Selasa 25 Oct 2022 16:11 WIB

TGB Zainul Majdi: Tak Boleh Saleh Sendirian di Era Sekarang 

TGB Zainul Majdi mengajak santri jaga tatanan nilai di era revolusi industri.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, mengajak santri jaga tatanan nilai di era revolusi industri
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, mengajak santri jaga tatanan nilai di era revolusi industri

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG – Cendekiawan Muslim Indonesia TGB HM Zainul Majdi meminta kaum santri untuk menjaga tatanan nilai di era teknologi. Menurut dia, tatanan nilai yang sudah dibangun tidak boleh berubah di tengah revolusi industri.

Hal ini disampaikan TGB saat menjadi pembicara dalam acara seminar nasional yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2022 di Ponpes Tebuireng Jombang, Senin (24/10/2022) lalu. Menurut dia, karakter kecepatan Revolusi Industri harus diimbangi para santri.  

Baca Juga

"Jangan sampai ini mengubah tatanan nilai. Jangan sampai hilang dan lenyap (tatanan nilai)," ujar TGB dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (25/10/2022).

Dia melanjutkan, era saat ini juga sudah begitu terbuka. Karena itu, pelaku usaha, bisnis, maupun politik harus membangun karakter. "Jujur dan apa adanya, itu yang dibutuhkan hari ini," ucap Ketua OIAA Indonesia ini.

Menurut TGB, Indonesia ini dengan 200 juta penduduknya pasti akan maju. Namun, menurut dia, arah kemajuan tersebut harus dipikirkan dan dikerjasakan bersama-sama. “Mengukir harus ada kerja-kerja keumatan. Tak dapat menjadi orang saleh sendirian," kata TGB.

Menurut dia, hal ini sudah dicontohkan oleh Kiai Hasyim Asy'ari dengan terjun langsung mendirikan pondok pesantren dan Nahdlatul Ulama. 

“Peran Anda ke depan bagaimana kebaikan individual menjadi kebaikan kolektif, sehingga dapat dinikmati oleh yang lain. Membangun jejaring kebaikan,” jelas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ini.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Ma'had Aly Seluruh Indonesia KH Nur Hannan menjelaskan, mahasantri yang tengah menempuh studi di Ma’had Aly adalah calon menjadi pemimpin masa depan. Menurut dia, itulah yang diharapkan dari pesantren.

“Pesantren diminta menyiapkan calon pemimpin masa depan," ujar Mudir Ma'had Aly Tebuireng ini.

Dia menambahkan, Indonesia sebanarnya tidak pernah kekurangan orang pintar, tapi yang kurang adalah orang yang benar. “Tanpa orang benar tak akan memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat,” kata dia.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement