Jumat 15 Jul 2022 00:16 WIB

Baznas Ajak Lembaga Amil Zakat Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Kepercayaan hadir dari bentuk transparansi dan akuntabilitas laporan. 

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita
Pimpinan Baznas RI Nadratuzzaman Hosen memberikan paparan saat menjadi narasumber dalam seminar sehari bertema Masihkah Filantropi Islam Bisa Dipercaya di Kantor Republika, Jakarta, Kamis (14/7/2022). Kegiatan seminar ini mereview keberadaan filantropi Islam bermaslahat atau tidak, masih bisa dipercaya atau tidak dalam mengelola dana masyarakat.
Foto: Prayogi/Republika.
Pimpinan Baznas RI Nadratuzzaman Hosen memberikan paparan saat menjadi narasumber dalam seminar sehari bertema Masihkah Filantropi Islam Bisa Dipercaya di Kantor Republika, Jakarta, Kamis (14/7/2022). Kegiatan seminar ini mereview keberadaan filantropi Islam bermaslahat atau tidak, masih bisa dipercaya atau tidak dalam mengelola dana masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nadratuzzaman Hosen mengajak Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk bersama-sama meningkatkan kepercayaan masyarakat agar terus saling berbagi dan berbuat kebaikan. Sebagai lembaga yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan mustahik, Baznas membutuhkan sinergi dengan banyak pihak. 

Menurut Nadra, Baznas dan LAZ harus terus berdampingan memberi pelayanan terbaik kepada mustahik, serta menumbuhkan kepercayaan muzaki melalui pelaporan yang jelas dan transparan. "Kami berharap bahwa LAZ dan Baznas dapat beriringan dan membuat laporan masing-masing dengan baik, dan masyarakat dapat membaca laporannya dengan baik sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat," ujar Nadra saat menjadi pembicara di seminar bertajuk "Masihkah Filantropi Islam Bisa Dipercaya?" di Kantor Harian Republika, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022).

Baca Juga

Jika dilihat dari undang-undang, menurut dia, Baznas menjadi sentral dari pada kegiatan perzakatan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lain (ZIS-DSKL). Mengenai kepercayaan masyarakat, Nadra juga melihat kepercayaan hadir dari bentuk transparansi dan akuntabilitas laporan. 

"Kami terus berusaha untuk meyakinkan masyarakat melalui program-program kerja yang kami lakukan secara transparan dan akuntabel. Kami ingin membangun, dana zakat ini kalau dikelola dengan baik tentu banyak hal yang bisa kita buat salah satunya mengurangi kemiskinan ekstrim, beasiswa, dan pemberdayaan," kata Nadra 

 

Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat Kementerian Agama Muhibuddin mengatakan, Indonesia merupakan negara nomor satu paling dermawan. Karena itu, semua pihak harus merawat dengan baik dan mengelola dana filantropi ini agar kepercayaan masyarakat tetap tumbuh dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat. 

Demi mendukung tujuan itu, perlu regulasi berlapis untuk menjamin keamanan dana umat itu. "Jadi pengawasan yang kita lakukan, yang diatur secara regulatif, kita sudah memberikan pagar-pagar yang cukup kuat khususnya dana Ziswaf betul-betul dikelola secara amanah dan terbuka dan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk program pengentasan kemiskinan dan pendayagunaan masyarakat. Ada tiga aspek pertanggungjawaban dana ZIS bagi Baznas dan LAZ yakni aspek regulasi, aspek fikih dan aspek tata kelola, dan keuangan," jelas dia. 

photo
Kasubdit Akreditasi dan Audit Syariah Kementerian Agama Muhibuddin - (Prayogi/Republika.)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement