REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Ibu Salbiah sudah tak muda lagi, namun demikian ia harus rela hidup berpindah dari satu kerabat ke kerabat lain. Hal itu karena ludesnya rumah yang ditempatinya akibat musibah kebakaran yang melanda.
"Beliau jalani itu selama 12 tahun, pindah dari satu rumah saudara atau kerabat ke kerabat lainnya. Rumah andalannya ludes terbakar, tidak lama setelah suaminya baru saja meninggal dunia," terang Kepala BMH Perwakilan BMH Kepulauan Riau, Abdul Aziz, Rabu (1/9) melalui rilis yang diterima Republika.co.id.
Sekalipun tak lagi punya tempat tinggal dan harus mengurus anak-anaknya sendiri, Ibu Salbiah tak pernah berpikir menyerah.
"Alhamdulillah, akhirnya melalui kepedulian kaum Muslimin dengan zakat, infak dan sedekah, pertolongan Allah datang kepada Ibu Salbiah. Rumah yang dibangunkan oleh BMH rampung dilakukan, sehingga kini bisa ditempati," tutur Aziz.
Ibu Salbiah pun bahagia dan penuh syukur. Kini, Ibu Salbiah yang tinggal di Pulau Panjang Barat, Sekotok, Bulang, Kota Batam tersenyum bahagia dan bisa menempati rumah barunya dari kebaikan dermawan dan donatur BMH.
"Terima kasih, BMH. Saya benar-benar bersyukur dan bahagia. Tidak terbayang saya akan punya rumah lagi. Alhamdulillah ya, Allah," ungkapnya dengan air mata berlinang.