Kamis 17 Oct 2019 13:54 WIB

Bank Makanan Baznas Bantu Kehidupan Kampung Pemulung

Baznas memiiki program Bank Makanan untuk mengumpulkan sisa makanan.

Rep: Rosi Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Bank Makanan untuk 100 orang warga Kampung Pemulung, Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (16/10).
Foto: Republika/Rossi Handayani
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Bank Makanan untuk 100 orang warga Kampung Pemulung, Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (16/10).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membantu mustahik memenuhi kebutuhan pokoknya. Baznas memberikan Seribu porsi makanan melalui Program Bank Makanan di lima provinsi bersamaan dengan Hari Pangan Sedunia, Rabu (16/10).

Salah satu titik pembagian makanan berlangsung di Kampung Pemulung Jurangmangu Barat, Tangerang Selatan, Banten, penerima program makanan gratis, Acang mengaku terbantu dengan adanya acara ini.

Baca Juga

"Dibagikan makanan alhamdulillah. Saya mewakili warga kampung Pemulung RT 03 RW 01 Jurangmangu Barat mengucapkan terima kasih banyak. Pengeluarannya (berkurang), jadi kami lebih terbantu," kata Acang di Jurangmangu Barat, Tangsel, pada Rabu.

Ia mengatakan, program ini sudah berjalan kurang lebih dalam sebulan, hanya saja pindah-pindah lokasi agar dapat memberikan makanan bergantian pada warga lainnya. Saat ini di tempatnya juga yang dibagikan 100 orang, dengan tidak mengundang banyak warga karena makanannya belum tentu cukup untuk yang lain.

"Dibagikannya per kelompok, nanti juga muter, setelah selesai balik lagi ke sini. Makanannya enak, dan sehat," ucap Acang.

Lima Provinsi yang menjadi lokasi kegiatan yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Selatan. Penanggung Jawab Bank Makanan Baznas, Tuminah mengatakan makanan dikumpulkan di Bank Makanan, dan dibagikan kepada mereka yang miskin.

Lahirnya Bank Makanan Baznas pada pertengahan tahun ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan penduduk Indonesia, yang semakin tinggi dengan pola gaya hidup yang menghasilkan banyak sampah. Sedangkan daya tampung pembuangan sampah sangat terbatas.

Menurut studi yang dikeluarkan oleh The Economist Intelligence Unit pada 2016, Indonesia merupakan negara yang memproduksi sampah makanan terbesar kedua di dunia. Di sisi lain, masih banyak masyarakat kurang mampu yang tidak bisa memenuhi kebutuhan ideal makan sehari-hari.

Tuminah mengungkapkan, Bank Makanan muncul atas dasar rasa keprihatinan terhadap kebiasaan orang Indonesia yang kerap menyisakan makanan. Dari situ kemudian muncul ide untuk mengumpulkan makanan-makanan berlebih, yang memang masih layak konsumsi.

Adapun bank makanan bentuknya seperti bank, berupa sejumlah makanan berlebih yang telah dikumpulkan, baik dari hotel atau pun resto. Saat ini Baznas baru bekerjasama dengan satu hotel saja untuk mendapatkan makanan. Setelah dikumpulkan, maka tim Baznas mendistribusikan kepada keluarga yang kurang mampu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement