Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Misi Kiai Sahal Dirikan Pesantren Husnul Khotimah Kuningan

Rabu 16 Okt 2019 09:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pesantren Husnul Khotimah Kuningan merupakan salah satu pesantren terbesar

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN --- Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan merupakan salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Kuningan. Pesantren yang berada di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana itu juga berhasil mencetak ribuan alumni yang kualitas keilmuannya tak perlu diragukan lagi.

Santi-santri Husnul Khotimah selain dibekali pendidikan agama, juga mahir berbahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu para santrinya juga ditekankan mampu memiliki hafalan Al Qur'an dan dapat berdakwah setelah lulus dari pesantren.

Pesantren Husnul Khotimah berdiri pada 2 Mei 1994. Perintis utamanya yakni KH Sahal Suhana. Berdirinya pesantren Husnul Khotimah juga tak lepas dari kekhawatiran Kiai Sahal akan maraknya pendangkalan akidah kala itu. Ia pun mempunyai misi untuk membentengi akidah umat melalui pesantren Husnul Khotimah.

“Kiai Sahal Suhana melihat kondisi keagamaan di Kuningan terutama di Manis Kidul itu banyak yang perlu diperbaiki, terlebih ada kristenisasi yang menggerogoti akidah umat Islam kemudian juga ada Ahmadiyah yang kita fahami itu merupakan ajaran yang telah diharapkan MUI, jadi untuk membentengi Kiai Sahal berinisiatif mendirikan pesantren,” tutur Kepala Humas Ponpes Husnul Khotimah, Ustaz Sanwani saat berbincang dengan Republika,co.id pada Selasa (15/10). 

Kiai Sahal pun membicarakan niatnya untuk mendirikan pesantren kepada keluarga. Niat Kiai Sahal pun terwujud setelah keluarganya beserta sejumlah doantur mewakafkan tanah seluas 3000 meter persegi untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan pesantren. 

Menurut Ustaz Sanwani, mulanya para santri mengaji di rumah Kiai Sahal yang berlokasi di Cibulan. Setelah bangunan pesantren berdiri para santri pun mulai berpindah tempat. 

“Awalnya itu 100 orang santri itu pun gratis, santri yatim. Mengajinya masih di rumah. Sekarang santrinya ada 4000 dan alumninya sekitar 4500 mereka banyak yang melanjutkan ke  perguruan tinggi  di dalam dan  luar negeri,” katanya.

Saat ini, santri Ponpes Husnul Khotimah mencapai 4.000 santri baik tingkat Tsanawiyah maupun Aliyah. Pesantren Husnul Khotimah juga mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah dan sebuah klinik bagi santri. Yayasan pun mendirikan Husnul Khotimah II yang lokasinya berada di Pancalang, Mandirancan, Kuningan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA