Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Laznas LMI Milad ke-24 Tahun

Ahad 15 Sep 2019 19:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Laznas Lembaga Manajemen Infaq menyambut milad ke 24 yang jatuh tepat pada tanggal 17 September 2019 mendatang.

Laznas Lembaga Manajemen Infaq menyambut milad ke 24 yang jatuh tepat pada tanggal 17 September 2019 mendatang.

Foto: Dok Laznas LMI
LMI bakal menggelar beragam kegiatan dengan tema 24 Tahun Merawat Kepedulian.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Laznas Lembaga Manajemen Infaq menyambut milad ke 24 yang jatuh tepat pada tanggal 17 September 2019 mendatang.  Laznas LMI (Lembaga Manajemen Infaq)  pun menyiapkan serangkaian kegiatan yang terangkum dalam “Episode Cinta untuk Indonesia” dengan tema “24 tahun Merawat Kepedulian”.

Setelah sebelumnya didahului oleh program AISUMAKI (Anak Indonesia Suka Makan Ikan) di Palembang (6-8/9), rangkaian agenda milad ini dilanjut dengan program Cukagi (Cuci Karang Gigi) yang dilaksanakan di Alun-alun kabupaten Sidoarjo (15/09) bersama 200 anak yatim dan dhuafa. Pada acara tersebut, ada setidaknya 37 dokter gigi dari PDGI yang turut berpartisipasi, dan dihadiri pula wakil bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin.

"Anak yatim dan dhuafa itu tanggung jawab kami sebagai pemerintah, saya sebagai pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Namun LMI membantu tanpa diminta, dan menggandeng banyak pihak. Hal ini harus kita apresiasi," Wabup Sidoarjo yang akrab di sapa cak nur tersebut.

Surga itu memang indah dan semua komplit disana, tapi rasanya ndak enak jika sendirian. LMI mengajak kita beramai ramai ke sana, luar biasa. Seharusnya kita semua lebih banyak lagi sinergi serta kolaborasi semacam ini," ungkapnya.

Ada sebuah momen istimewa dalam agenda CUKAGI kali ini. Tidak hanya penyuluhan cara merawat dan menjaga kebersihan gigi, tetapi ada prosesi simbolis pemasangan atribut profesi cita-cita oleh 5 tokoh, yang di lanjut dengan simbolis pemberangkatan tim ELW (ekspedisi Lereng Wilis).

Mulai dari Nur Ahmad Syaifuddin sebagai wakil bupati Sidoarjo, Komandan Koramil Sidoarjo ; Kapten Inf Hutomo , drg. Yahya M.Kes dari PDGI, Gatot Subroto dari BPBD Provinsi Jawa Timur, hingga Citra Widuri sebagai Direktur Pelaksana LMI.

“Simbolis baju profesi ini sebagai tanda bahwa kita sebagai orang dewasa siap mengantarkan anak Indonesi a mencapai cita-cita tertingginya”, Jelas Citra Widuri.

Sedangkan simbolis pemberangkatan tim Ekspedisi Lereng WIlis sebagai kegiatan intensif para relawan siaga bencana untuk mengkampanyekan desa dan sekolah yang tangguh dalam menghadapi bencana. Sehingga anak Indonesia di masa depan masih dapat menimati alamnya. Cita-cita mulia anak Indonesa tidak akan tercapai jika alam dan lingkungan Indonesia rusak, jika warganya gagap bencana dan tidak berhasil melindungi anak dan alamnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA