Senin 08 Jan 2024 18:57 WIB

LMI  Bantu Warga Terdampak Erupsi di Flores Timur

LMI menerjunkan personil dan mendirikan posko.

LMI langsung gerak cepat menurunkan relawan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak erupsi di Fkores Timur
Foto: istimewa
LMI langsung gerak cepat menurunkan relawan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak erupsi di Fkores Timur

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Posko Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat data sementara jumlah pengungsi hingga pukul 18.00 WITA sebanyak 4.681 jiwa warga terdampak. "Data setiap hari diperbaharui dan kami berharap aktivitas gunung bisa menurun sehingga masyarakat bisa kembali," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Ahmad Duli di Wulanggitang, Flores Timur, Ahad (7/1/2024). 

Sebanyak 4.681 jiwa dan 421 kepala keluarga (KK) berasal dari dua kecamatan terdampak yakni Wulanggitang dan Ile Bura. Dari data yang ada, 2.456 jiwa tersebar pada enam titik tenda.

Baca Juga

Sedangkan 2.225 jiwa tersebar pada rumah-rumah warga dan balai pertemuan di 13 titik desa. Ahmad mengatakan, BPBD Flores Timur telah memastikan kecukupan logistik baik makanan maupun alas tidur.

Pihaknya pun telah mendatangkan tandon air portabel dengan kapasitas 25 ribu liter untuk ditempatkan pada posko pengungsian di Boru, Wulanggitang, dan Konga, Titihena. "Kemarin masih agak lelet, sekarang sudah cukup waktu, banyak dukungan untuk membantu kita melayani semua yang datang ke tempat pengungsian termasuk kesehatan mereka kita perhatikan," ucapnya.

Mengetahui hal itu, LMI langsung gerak cepat menurunkan relawan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Achmad Ramadhani selaku koordinator relawan LMI mengatakan bahwa tim LMI sudah berangkat dari tanggal 5 januari.

“Kami langsung memberi bantuan berupa makanan dan minuman. Selain itu kami juga membantu warga yang berdampak. Alhamdulillah dengan adanya tim cepat ini, kami bisa segera membantu,” kata Dhani, sapaan akrabnya.

Selain itu LMI menerjunkan 2 personil, mendirikan posko, mendirikan dapur air, dan mendistribusikan masker. “Kami berharap masyarakat Indonesia bisa membantu dan berkolaborasi dengan LMI. Saat ini kebutuhan mendesak adalah tikar, kasur lantai, senter, Air minum bersih dan Makanan.” Pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement