Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Dehidrasi, Pencetus Penyakit Jamaah Haji

Kamis 18 Jul 2019 21:31 WIB

Red: Agung Sasongko

TPP memberikan penyuluhan kesehatan kepada para jamaah haji Indonesia yang tengah melakukan ibadah haji di Arab Saudi. Senin (8/7)

TPP memberikan penyuluhan kesehatan kepada para jamaah haji Indonesia yang tengah melakukan ibadah haji di Arab Saudi. Senin (8/7)

Foto: Republika
Sudah lebih dari 250 jamaah masuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Syahruddin El-Fikri dari Madinah, Arab Saudi

MADINAH—Sudah lebih dari 250 jamaah masuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI Madinah, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Sebagian besar mengeluhkan soal gangguan pencernaan, kencing manis, dan demensia, akibat dehidrasi.

Kepala Seksi Layanan Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah dokter Edi Supriyatna mengatakan,masalah dehidrasi ,menjadi penyebab faktor utama pencetus munculnya penyakit yang dialami jamaah selama berada di Tanah Suci.

“Kasus paru, bedah, psikiatri, jantung ada. Dehidrasi  paling banyak. Pencetusnya akibat dehidrasi yang menyebabkan penyakit lama kambuh, seperti  kencing manis, demensia, dan lain-lain,” Edi Supriyatna, di Kantor Urusan Haji Indonesia, Madinah, Rabu (17/7) sore waktu Arab Saudi.

Edi mengatakan, jamaah haji yang dirawat di KKHI saat ini berjumlah sekitar 19 orang, dan kebanyakan adalah jamaah haji yang menderita demensia akibat dehidrasi tersebut. Demensia merupakan gangguan kejiwaan yang disebabkan karena degenerasi sel-sel di otak. Demensia/pikun adalah disorientasi, terhadap waktu dan tempat. Dan umumnya, kata dia, gejala demensia itu menyerang orang yang sudah berusia 65 tahun ke atas.

Sementara, lanjut dia, jamaah haji Indonesia yang dirawat di RS Arab Saudi saat ini sekitar 35 orang.  Dan sebagiannya lagi sudah sembuh dan kembali berjumpa dengan rombongannya di pemondokan maun sudah diberangkatkan ke Makkah.

Edi menambahkan, seseorang yang mengalami dehidrasi tinggi, maka hal itu akan membuat demensia. “Mereka itu menjadi tidak kenal lingkungan, tidak tahu tempat dan waktu atau semacam disorientasi. Jadi akhirnya perlu dirawat di KKHI agar bisa disembuhkan dulu dehidhrasinya,” ungkap Edi. Dan bila dehidrasinya hilang, maka demensianya pun menjadi hilang.

Dia mengatakan, bahwa bila ada Jamaah haji yang ditemukan sakit di kloter akan ditangani  lebih dulu oleh dokter dalam tim gerak cepat (TGC), yang berada di lapangan, beserta ambulans. Selanjutnya, mereka akan dibawa ke KKHI untuk penangan lebih lanjut. Dan bila keadaan terus memburuk, maka akan dirujuk ke RS Arab Saudi.

KKHI Madinah menerima pasien Jamaah haji yang sebelumnya telah memiliki penyakit paru kronis atau menahun, yang tercetus penyakitnya karena perbedaan cuaca di Arab Saudi. Suhu di Madinah saat ini berkisar 43 hingga 45 derajat Celcius pada siang hari, dan 33-35 derajat pada malam hari.

Edi Supriyatna menambahkan, bahwa hingga kemarin, total kunjungan  yang berobat ke KKHI ada 251 jamaah haji. Dan ada empat Jamaah haji yang juga telah dievakuasi ke Makkah menggunakan ambulans setelah berangsur-angsur sembuh, dan bisa melakukan perjalanan sekitar 6 sampai 7 jam menuju Makkah.

Untuk itu, ia mengimbau kepada jamaah haji agar senantiasa menjaga konsumsi air yang cukup agar tidak gampang terserang dehidrasi. Ia juga mengimbau agar jamaah selalu membawa alat pelindung diri (APD) seperti payung, masker, semprotan wajah, sandal, topi, atau segala sesuatu yang dapat melindungi diri jamaah dari panas terik matahari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA