Senin 13 Feb 2017 16:19 WIB

Ulama Nigeria Minta Boko Haram Hentikan Kekerasan

Rep: Marniati/ Red: Agus Yulianto
Muslim Nigeria
Foto: AP
Muslim Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID,  ABUJA -- Seorang sarjana Islam, Malam Abdullahi Abubakar meminta, agar anggota Boko Haram mengakhiri kekerasan dan menciptakan perdamaian jika mereka benar-benar percaya pada Islam. Hal tersebut disampaikan oleh Abubakar dalam seminar Deradikalisasi di Maiduguri, Nigeria.

Abubakar yang juga merupakan dosen di Universitas Bayero Kano (BUK), mengatakan, pembunuhan orang-orang yang tidak berdosa sekaligus perusakan properti bertentangan dengan ajaran Islam. Ia juga  mengutuk ideologi Boko Haram yang mencoba untukmendirikan  Negara Islam.

Menurutnya, kelompok Boko Haram harus mempertimbangkan kembali pemikiran dan metodologinya dengan mengikuti ajaran Islam yang benar. "Islam didasarkan pada empat prinsip. Keadilan, kasih sayang, kesejahteraan dan kebijaksanaan. Dan sesuatu yang bertentangan dengan ini adalah melawan Syariah Islam,” ujar Malam Abdullahi Abubakar seperti dilansir dailytrust.com.ng (12/2).

Anggota Boko Haram mengklaim, bahwa umat Islam yang tidak bergabung dengan kelompok mereka adalah non Muslim. Abubakar menjelaskan, konsep ini bertentangan dengan keadilan dalam Islam karena dalam Islam, tidak ada paksaan untuk agama apapun.

Untuk itu, dia mendesak, individu yang memiliki kepentingan dengan Boko Haram agar memikirkan kembali hal tersebut. Boko Haram adalah organisasi yang tidak sesuai prinsip Islam. Mereka membunuh orang dan melakukan pemerkosaan kepada perempuan. Boko Haram mengklaim, semua dilakukan atas nama agama. Padahal, hal ini bukan bagian dari Islam.

"Muslim harus mencari ilmu agar dapat memiliki pemahaman agama yang sesuai dengan ajaran Nabi,” katanya.

Kegiatan seminar deradikalisasi ini diadadakan oleh Pusat Pengembangan Demokrasi (CDD) untuk menyadarkan peserta terkait ajaran Islam yang benar. Koordinator CDD, Ikponmwosa Omoigiade, mengatakan acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan tokoh agama terkait  pandangan ekstremis. Sehingga mereka dapat melakukan pencegahan dan melawan pandangan radikal yang menjadi awal berkembangnya terorisme.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement