Rabu 02 Sep 2026 06:00 WIB

Anak Yatim tak Hanya Butuh Santunan, Ini yang Perlu Diperkuat

Pendidikan dan karakter penting untuk kemandirian anak yatim.

Anak-anak yatim binaan Erlazet Charity mengikuti kegiatan dalam rangkaian HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Foto: Istimewa
Anak-anak yatim binaan Erlazet Charity mengikuti kegiatan dalam rangkaian HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemenuhan kebutuhan anak yatim tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan material. Pendidikan, pembentukan karakter, dan pendampingan secara berkelanjutan juga diperlukan agar anak dapat tumbuh dengan kepercayaan diri dan kemampuan menghadapi tantangan di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Erlazet Charity dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Sekretariat Pusat Erlazet Charity, Ahad (30/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 50 anak yatim binaan dan diisi dengan aktivitas pendidikan karakter, keagamaan, serta pemberian santunan.

Baca Juga

Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Manager Pendidikan Erlazet Charity Shofina Fauzani mengatakan, pendampingan anak binaan perlu mencakup aspek pendidikan dan pembentukan karakter, selain pemenuhan kebutuhan material.

“Kami ingin anak-anak yatim binaan tidak hanya merasakan kemeriahan hari kemerdekaan dan keberkahan Maulid Nabi, tetapi juga merasa dicintai, didampingi, dan didukung penuh dalam proses belajarnya. Pendidikan karakter yang kami tanamkan berakar pada akhlak mulia dan ketangguhan mental,” kata Shofina dalam siaran pers, Selasa (1/9/2026).

Menurut Shofina, pendidikan karakter diperlukan untuk membantu anak binaan membangun kepercayaan diri dan ketangguhan. Pendampingan tersebut dilakukan melalui kegiatan yang menggabungkan unsur pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Ketua 2 Erlazet Charity Rafi Sina Almadani mengatakan, perhatian terhadap generasi muda perlu diwujudkan melalui dukungan terhadap pendidikan dan pembentukan karakter. Menurut dia, momentum HUT RI dapat menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan.

“Mensyukuri hari kemerdekaan Republik Indonesia yang telah menginjak usia ke-81 ini bukan sekadar mengingat perjuangan masa lalu, melainkan bagian dari wujud nyata komitmen kita bersama dalam menyiapkan generasi terbaik, cerdas, dan tangguh di masa yang akan datang,” kata Rafi.

Selain pendidikan karakter, kegiatan tersebut juga menguatkan nilai keagamaan melalui tausiah motivasi. Rafi mengatakan, keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat menjadi landasan moral bagi anak dalam membangun sikap dan menghadapi tantangan di masa depan.

“Melalui perpaduan semangat kemerdekaan dan keteladanan Rasulullah SAW, kami di Erlazet Charity ingin memastikan anak-anak binaan ini tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi, berakhlakul karimah, serta siap menjadi tumpuan harapan dan pemimpin bangsa kelak,” lanjutnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, 50 anak yatim binaan mengikuti sejumlah aktivitas, termasuk perlombaan dalam rangka HUT RI dan tausiah yang mengangkat nilai kejujuran, amanah, serta sikap pantang menyerah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pemberian paket santunan kepada seluruh anak binaan yang hadir. Santunan diberikan sebagai dukungan sosial, sementara pendidikan, pembentukan karakter, dan pendampingan menjadi aspek yang ditekankan untuk mendukung perkembangan anak dalam jangka panjang.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi