Senin 28 Sep 2026 10:25 WIB

Milad ke-45 BKMT, Syifa Fauzia Dorong Perempuan Bangkit dan Berdaya

Syifa mengajak keluarga BKMT memperkuat persaudaraan dan memperluas kebermanfaatan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Syifa Fauzia memberikan sambutan dalam acara Tasyakur Milad 45 Tahun BKMT di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Tasyakur Milad 45 Tahun BKMT tersebut dihadiri puluhan ribu jamaah dan pengurus BKMT se-Indonesia dengan mengangkat tema Berdayakan Umat, Membangun Indonesia. Selain itu, sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta sejumlah tokoh lainnya.
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Syifa Fauzia memberikan sambutan dalam acara Tasyakur Milad 45 Tahun BKMT di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Tasyakur Milad 45 Tahun BKMT tersebut dihadiri puluhan ribu jamaah dan pengurus BKMT se-Indonesia dengan mengangkat tema Berdayakan Umat, Membangun Indonesia. Selain itu, sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta sejumlah tokoh lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) memasuki usia ke-45 tahun. Organisasi yang didirikan Prof. Tutty Alawiyah pada 1 Januari 1981 itu kini berkembang menjadi gerakan keumatan yang menjangkau 35 provinsi di Indonesia.

Puncak tasyakur Milad ke-45 BKMT digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan bertema "Berdayakan Umat Membangun Indonesia" tersebut dihadiri sekitar 20 ribu jamaah BKMT dari berbagai daerah.

Baca Juga

Ketua Umum BKMT, Ustadzah Syifa Fauzia, mengatakan perjalanan 45 tahun BKMT bukan sekadar penambahan usia organisasi, tetapi merupakan perjalanan panjang perjuangan dan pengabdian para pengurus serta jamaah. Menurut dia, kekuatan BKMT tumbuh dari ketulusan para anggotanya yang tersebar hingga ke akar rumput.

"Bagi sebuah organisasi, itu bukan perjalanan yang pendek. Di dalam angka 45 itu ada ribuan langkah. Ada pengorbanan yang tidak pernah ditulis dalam sejarah. Ada ibu-ibu yang berangkat dari rumah ketika keluarganya masih terlelap. Ada yang meninggalkan kenyamanan demi menghadiri syiar di majelis taklim," ujar Syifa dalam pidatonya pada puncak Milad ke-45 BKMT di Jakarta.

Syifa menuturkan, sejak digagas Tutty Alawiyah untuk menyatukan majelis-majelis taklim yang awalnya berada di sekitar Jabodetabek, BKMT terus berkembang menjadi organisasi dengan jaringan luas. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pedagang, guru, akademisi, hingga politisi, pengusaha, dan profesional.

"Semua menggabungkan diri dalam BKMT, menyatukan tekad dan niat tulus, membangun organisasi keumatan yang berdampak luas bagi agama, bangsa, dan negara," katanya.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi