Ahad 27 Sep 2026 23:43 WIB

Dari Perantauan Taiwan untuk Indonesia, Pagar Nusa Siapkan 25 Ksatria Khidmah 

Diktama berlangsung pada 26-27 September 2026.

Diktama Pasukan Inti (PASTI) PCI Pagar Nusa Taiwan Ke-1. Diktama berlangsung pada 26-27 September 2026 dan menjadi pendidikan tingkat pertama PASTI yang untuk pertama kalinya digelar Pagar Nusa di luar Indonesia.
Foto: Dok Istimewa
Diktama Pasukan Inti (PASTI) PCI Pagar Nusa Taiwan Ke-1. Diktama berlangsung pada 26-27 September 2026 dan menjadi pendidikan tingkat pertama PASTI yang untuk pertama kalinya digelar Pagar Nusa di luar Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, TAICHUNG — Pagar Nusa menuntaskan Diktama Pasukan Inti (PASTI) PCI Pagar Nusa Taiwan Ke-1 dengan meluluskan 25 kader di Taichung, Taiwan, Ahad (27/9/2026).

Mereka selanjutnya dibaiat dan dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Inti setelah mengikuti pendidikan selama dua hari.

Baca Juga

Diktama berlangsung pada 26-27 September 2026 dan menjadi pendidikan tingkat pertama PASTI yang untuk pertama kalinya digelar Pagar Nusa di luar Indonesia.

Kegiatan dibuka Sabtu (26/9/2026) di Kantor PCI NU Taiwan Ranting Taichung dan ditutup Ahad sore di ASEAN Square lantai 6, Taichung.

Sebanyak 30 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti pendidikan tersebut. Setelah melalui seleksi, 28 orang mengikuti Diktama dan 25 di antaranya dinyatakan lulus, sedangkan tiga peserta tidak lulus karena tidak mengikuti materi atau sesi pendidikan secara lengkap.

Para lulusan terdiri atas 23 laki-laki dan dua perempuan dengan rentang usia 23-32 tahun. Mereka berasal dari seluruh Pimpinan Anak Cabang Istimewa (PACI) Pagar Nusa di Taiwan dengan latar belakang sebagai pekerja dan mahasiswa program magister.

Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, engatakan penyelenggaraan Diktama di Taiwan menjadi bagian dari upaya memastikan perkembangan Pagar Nusa di luar Indonesia diikuti dengan kaderisasi.

Menurut dia, keberadaan struktur organisasi harus ditopang oleh kader yang memahami nilai dan jati diri Pagar Nusa.

“Kalau Pagar Nusa tumbuh di luar negeri, kaderisasinya juga harus tumbuh. Tidak cukup kita punya struktur dan bendera Pagar Nusa di berbagai tempat. Orang-orang yang berada di dalamnya juga harus ditempa,” kata Gus Nabil.

Diktama PASTI Taiwan tidak hanya menekankan kemampuan fisik dan pencak silat. Para peserta juga mendapatkan pembekalan Aswaja, ke-NU-an dan kebangsaan, ke-Pagar Nusa-an, kepemimpinan dan organisasi, kedisiplinan, serta materi Pasukan Inti dan pengamanan.

Gus Nabilm, begitu akrab disapa, mengatakan Pagar Nusa memiliki akar yang kuat dalam tradisi pesantren. Karena itu, seorang pendekar tidak cukup hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga harus menjaga adab, menghormati kiai, merawat tradisi dan sanad, serta memiliki kesediaan untuk berkhidmah.

Dalam Diktama tersebut, peserta diarahkan bergerak dari pendekar fisik menjadi ksatria khidmah.

Kekuatan seorang pendekar, menurut Nabil, juga terlihat dari kemampuannya mengendalikan ego dan amarah, menjauhi kesombongan, serta menggunakan kemampuannya untuk menjaga dan membantu orang lain.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi