Ahad 27 Sep 2026 14:00 WIB

Ibnu Athaillah: Syukur Mengikat Nikmat, Ingkar Mengusir Nikmat

Syukur akan berbuah nikmat, sedangkan ingkar akan berbuah sengsara.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Amal ibadah (Ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Amal ibadah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Setiap nikmat yang diberikan Allah SWT perlu disyukuri agar tetap terjaga. Sebaliknya, mengingkari nikmat berarti membuka jalan bagi hilangnya nikmat tersebut. Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam Al-Hikam menggambarkan syukur sebagai cara seorang hamba mengikat nikmat Allah SWT dengan erat.

"Barang siapa yang tidak mensyukuri nikmat maka ia telah menyerahkan diri untuk kehilangan nikmat itu. Barang siapa yang mensyukurinya maka ia telah mengikat nikmat itu dengan erat." (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam)

Baca Juga

Jika kamu tidak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, berupa nikmat harta, kesehatan, anak-anak, dan lain sebagainya. Maka sebenarnya kamu sedang mempersiapkan diri untuk kehilangan nikmat tersebut.

Jangan kamu membalas kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT dengan perbuatan maksiat yang kamu lakukan.

Syukurilah semua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kamu. Selain mendapatkan tambahan nikmat, kamu juga akan mendapatkan pahala dan kenikmatan ruhiyah yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia ini.

Jika kamu bersyukur maka sebenarnya kamu sedang mengikat dengan kuat nikmat-Nya yang diberikan kepada kamu. Semakin kamu bersyukur, semakin banyak nikmat­-Nya yang akan diberikan kepada kamu.

Syukur akan berbuah nikmat, sedangkan ingkar akan berbuah sengsara. Hal ini dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam dengan penjelasan tambahan oleh Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc.

Terjemah kitab Al-Hikam oleh Ustaz Bahreisy menambah penjelasan perkataan Syekh Athaillah. Ia mengutip hadist Nabi Muhammad SAW.

An-Nu'man bin Basyir mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang tidak dapat mensyukuri nikmat yang sedikit, maka tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak. Siapa yang tidak berterimakasih kepada sesama manusia, tetapi tidak bersyukur kepada Allah SWT."

Syukur itu merasa dalam hati, menyebut dengan lidah dan mengerjakan dengan anggota badan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi