Kamis 09 Jul 2026 07:07 WIB

Sambut Muktamar ke-35 PBNU, KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab

Peluncuran kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa menjadi penegasan tradisi keulamaan NU.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa.
Foto: Republika
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa akan meluncurkan sekaligus membedah kitab karyanya berjudul Ithafu Ummati Al Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026). Kegiatan itu bertajuk Launching dan Bedah Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa.

KH Zulfa menjelaskan, kegiatan itu sebagai bentuk persembahan Umat Kanjeng Nabi SAW yang menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali tradisi intelektual ulama. Khususnya tradisi menulis kitab di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), pesantren, perguruan tinggi Islam, dan lembaga-lembaga keagamaan.

Baca Juga

Peluncuran kitab tersebut berlangsung menjelang Muktamar ke-35 PBNU, di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap arah kepemimpinan, masa depan keilmuan, dan peran strategis NU. KH Zulfa mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren untuk menghidupkan kembali tradisi menulis kitab sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan ilmu dan membangun peradaban Islam.

"Tradisi ulama adalah tradisi ilmu. Dan tradisi ilmu tidak akan kokoh tanpa tradisi menulis. Karena itulah para ulama terdahulu tidak hanya mendidik murid, tetapi juga meninggalkan kitab sebagai warisan intelektual bagi umat," kata Kiai Zulfa di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurut dia, sejak masa awal Islam hingga berkembang di Nusantara, kemajuan peradaban tidak hanya ditopang oleh lahirnya para ulama yang alim dan berakhlak, tetapi juga oleh karya-karya keilmuan yang mereka tinggalkan. Kitab para ulama menjadi jembatan yang menghubungkan ilmu lintas generasi, bahkan tetap hidup ratusan tahun setelah penulisnya wafat.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi