REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, khususnya Bali, masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah. Langkah ini diharapkan membuat perputaran uang dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah turut menggerakkan ekonomi masyarakat di Tanah Air.
Dorongan tersebut disampaikan Irfan saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Sabtu (10/10/2026).
Dia mengatakan, upaya memperkuat keterlibatan UMKM dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut lebih banyak dirasakan masyarakat Indonesia.
“Presiden Prabowo meminta kami agar perputaran uang di haji dan umrah sebagian bisa tertinggal di Indonesia, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, terutama para pelaku UMKM,” ujar Irfan dalam siaran persnya, Sabtu.
Menurut dia, Bali memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam pasar kebutuhan jamaah haji dan umrah. Kekuatan budaya, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha di Pulau Dewata dinilai dapat menjadi modal untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.