REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecek kesiapan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai calon tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada 2026.
Anggota Tim Verifikasi dan Survei Lokasi Muktamar NU, Prof. Asrorun Ni'am, mengatakan proses penilaian kesiapan NTB sebagai kandidat tuan rumah telah memasuki tahapan survei dan verifikasi lapangan yang berlangsung pada 4-5 Juli 2026.
"Kunjungan ini untuk melihat kesiapan NTB menjadi tuan rumah Muktamar, yang nantinya akan dihadiri lebih dari 10.000 peserta," ujarnya, Ahad (5/7/2026).
Ia mengatakan terdapat empat kriteria penilaian yang telah ditetapkan, yakni kesiapan dan kelayakan sarana-prasarana, dukungan pembiayaan penyelenggaraan, aspek keamanan, serta aspek spiritualitas daerah calon tuan rumah.
Asrorun mengungkapkan ada tiga lokasi yang telah ditetapkan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, yakni Pondok Pesantren Komarul Huda di Bagu, Pondok Pesantren Darul Falah, dan Pondok Pesantren Islahuddiny.
Ketiga lokasi tersebut akan menjadi objek peninjauan langsung untuk menilai kesiapan berdasarkan empat aspek yang telah ditetapkan.
"NTB diharapkan mampu memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana proposal yang telah diajukan secara resmi kepada PBNU," kata dia, yang juga Ketua Umum Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
View this post on Instagram