Rabu 06 May 2026 09:02 WIB

Mengapa Barat Mendukung Israel Secara Mutlak dan tanpa Syarat?

Zionisme sejalan dengan ekspansi Barat di wilayah Timur.

Massa menginjak bendera Isarel saat mengikuti aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Massa menginjak bendera Isarel saat mengikuti aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- "Kita harus menjadikan tempat itu (yakni Palestina) sebagai bagian dari benteng-benteng Eropa dalam menghadapi Asia, dan menjadi basis terdepan peradaban dalam pertarungannya melawan barbarisme."

Theodor Herzl - Buku Negara Yahudi (1896)

Baca Juga

Dengan rumusan dasar yang tegas seperti ini, Theodor Herzl tidak sekadar mengajukan manuver negosiasi untuk menarik dukungan kekuatan imperialis Eropa bagi negara yang diimpikannya. Ia sejatinya sedang menulis kode genetik hubungan Barat dengan ide Israel selama lebih dari satu abad.

Hari ini, setiap kali terjadi konfrontasi militer besar di Timur Tengah, ibu kota negara-negara Barat mengerahkan seluruh mesin politik dan militernya.

Mobilisasi ini kembali memaksa kita mengajukan pertanyaan mendasar: mengapa Barat mendukung Israel secara mutlak dan tanpa syarat?

Jawaban yang lazim dalam jurnalisme dan akademia biasanya mereduksi dukungan ini ke dalam istilah aliansi strategis.

Namun, penggunaan istilah “sekutu” sebenarnya adalah penyederhanaan yang keliru dan menghalangi kita memahami sifat sejati hubungan Barat dengan Israel.

Secara politik, istilah aliansi mengandaikan adanya dua entitas terpisah dengan konteks sejarah dan geografis masing-masing, yang kepentingannya bertemu secara sementara.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement