REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual menuju Tanah Suci, tetapi juga mengandung keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT. Bahkan dalam sejumlah hadits, pahala haji mabrur disebut memiliki nilai yang sebanding dengan jihad fi sabilillah, sebuah amalan yang dikenal berat dan penuh pengorbanan. Keutamaan ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam, khususnya kaum perempuan, lanjut usia, dan mereka yang tidak memiliki kesempatan berjihad di medan perang.
Dijelaskan KH Ahmad Sarwat dalam buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima terbitan Rumah Fiqih, Jihad fi sabilillah adalah salah satu ibadah yang sangat istimewa dan berpahala besar. Memang wajar apabila seorang berjihad mendapatkan karunia dan balasan yang amat besar, mengingat berjihad itu sangat berat.
Selain harus meninggalkan kampung halaman, jauh dari anak dan istri, untuk berjihad juga dibutuhkan kekuatan, kemampuan, keterampilan serta yang lebih penting adalah jihad membutuhkan harta yang cukup banyak.
Sehingga banyak sahabat Rasulullah SAW yang menangis bercucuran air mata saat dinyatakan tidak layak untuk ikut dalam jihad. Di antara mereka yang teramat kecewa karena tidak bisa ikut berjihad lantaran memang tidak punya syarat yang cukup adalah para wanita shahabiyah.




