REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni meminta pemerintah mengedepankan keselamatan jamaah haji pada 2026 di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Kita harus menyadari bahwa kondisi global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah, bisa berdampak pada berbagai aspek penyelenggaraan haji, termasuk jalur penerbangan dan keamanan perjalanan jamaah,” kata Lisda, Senin (16/3/2026).
Menurut dia, pemerintah harus segera menyiapkan mitigasi risiko sejak dini terkait permasalahan tersebut.
Sebelumnya, dalam rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Kementerian Haji dan Umrah, terdapat tiga skenario penyelenggaraan haji Indonesia pada 2026 yang dipaparkan sehubungan dengan konflik di Timur Tengah.
Skenario pertama adalah haji tetap diberangkatkan dengan kemungkinan pengalihan rute penerbangan ke jalur yang lebih aman jika situasi keamanan di kawasan tertentu tidak memungkinkan.
View this post on Instagram




