Selasa 17 Mar 2026 10:05 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Jamaah Haji

DPR menekankan transparansi pengelolaan dana jamaah dalam berbagai skenario haji 2026

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) memandu jamaah haji saat akan melakukan lempar jumrah pada gladi posko layanan operasional Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Haji 1447H/ 2026 M di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Gladi posko yang diikuti 352 petugas PPIH Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) tersebut untuk memantapkan kesiapan saat puncak pelaksanaan haji 2026 di Arab Saudi.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) memandu jamaah haji saat akan melakukan lempar jumrah pada gladi posko layanan operasional Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Haji 1447H/ 2026 M di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Gladi posko yang diikuti 352 petugas PPIH Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) tersebut untuk memantapkan kesiapan saat puncak pelaksanaan haji 2026 di Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni meminta pemerintah mengedepankan keselamatan jamaah haji pada 2026 di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kita harus menyadari bahwa kondisi global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah, bisa berdampak pada berbagai aspek penyelenggaraan haji, termasuk jalur penerbangan dan keamanan perjalanan jamaah,” kata Lisda, Senin (16/3/2026).

Baca Juga

Menurut dia, pemerintah harus segera menyiapkan mitigasi risiko sejak dini terkait permasalahan tersebut.

Sebelumnya, dalam rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Kementerian Haji dan Umrah, terdapat tiga skenario penyelenggaraan haji Indonesia pada 2026 yang dipaparkan sehubungan dengan konflik di Timur Tengah.

Skenario pertama adalah haji tetap diberangkatkan dengan kemungkinan pengalihan rute penerbangan ke jalur yang lebih aman jika situasi keamanan di kawasan tertentu tidak memungkinkan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement