Jumat 06 Mar 2026 14:15 WIB

Peluncuran Rudal dan Drone Iran Dituding Sudah Melempem, Dubes: Medan Perang akan Menentukan

Jaringan produksi persenjataan konvensional di Iran masih aktif.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Selasa (17/6/2025). Keterangan pers tersebut menyampaikan tentang situasi terkini konflik antara Iran dan Israel. Selain itu. Mohammad Boroujerdi juga menegaskan Iran akan terus membalas serangan dari Israel sebagai upaya aksi bela diri selama penyerangan dan agresi masih terus belanjut. Dubes Iran menganggap, serangan yang dilakukan oleh Israel merupakan tindakan ilegal yang tidak dibenarkan oleh hukum internasional karena tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil dan situs aktivitas nuklir.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Selasa (17/6/2025). Keterangan pers tersebut menyampaikan tentang situasi terkini konflik antara Iran dan Israel. Selain itu. Mohammad Boroujerdi juga menegaskan Iran akan terus membalas serangan dari Israel sebagai upaya aksi bela diri selama penyerangan dan agresi masih terus belanjut. Dubes Iran menganggap, serangan yang dilakukan oleh Israel merupakan tindakan ilegal yang tidak dibenarkan oleh hukum internasional karena tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil dan situs aktivitas nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menepis isu melemahnya kekuatan persenjataan Iran pada hari ke-7 perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Boroujerdi menegaskan, Teheran memiliki jumlah rudal dan amunisi yang banyak seiring keaktifan produksi persenjataan konvensional.

“Kami bukan hanya memiliki jumlah rudal dan amunisi yang banyak tetapi pada saat bersamaan jaringan produksi persenjataan konvensional di negara kami juga berlangsung aktif,” kata Dubes Boroujerdi dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas aktivitas militer Amerika di Timur Tengah, mengatakan pada Rabu bahwa peluncuran rudal Iran telah turun sebesar 86 persen dan peluncuran drone turun 73 persen dalam empat hari terakhir.

photo
Drone Shahed-136 milik Iran yang digunakan menyerang Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. - (Iran Observer)

Seorang pejabat Barat sebelumnya mengatakan bahwa jumlah peluncuran rudal balistik Iran menurun sebagai akibat dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap lokasi peluncuran serta fasilitas yang memproduksi rudal tersebut.

Menepis laporan tersebut, Dubes Boroujerdi mengatakan bahwa tidak ada yang mengetahui jumlah amunisi maupun kekuatan rudal negara lain, dan hanya medan perang yang mampu menentukan pihak mana yang terlebih dahulu kehabisan amunisi.

“Tentu tidak ada yang mengetahui secara persis seberapa kekuatan rudal dan berapa jumlahnya dari setiap negara. Hanya medan perang yang akan menentukan siapa yang akan habis amunisi … Amerika itu hanya ingin menyampaikan cita-citanya saja,” tambah dia.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement