REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memanasnya konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berdampak pada terganggunya sejumlah penerbangan internasional turut dirasakan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Di tengah imbauan pemerintah untuk menunda keberangkatan demi keselamatan, pelaku usaha umrah berharap ada solusi konkret agar tidak mengalami kerugian besar.
Direktur Utama Travel Haji dan Umrah Bariklana Burdah Nusantara, Abdullah Mufid Mubarrok memastikan saat ini jamaah mereka yang saat ini berada di Makkah dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah jamaah umrah kami yang saat ini berada di Makkah dalam keadaan sehat wal afiat,” ujar Mufid saat dihubungi Republika, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, jamaah tersebut merupakan peserta program Arba’in 16 hari yang berangkat dari Surabaya menggunakan maskapai dalam negeri. Sesuai jadwal, mereka akan kembali ke Indonesia pada 12 Maret 2026.
Meski kondisi jamaah di Tanah Suci aman, persoalan muncul pada jadwal keberangkatan berikutnya. Menurutnya, Bariklana Burdah masih memiliki dua kelompok jamaah yang direncanakan berangkat pada 9 Maret 2026 di akhir Ramadhan dan 25 Maret 2026 pada Syawal.
Mufid mengapresiasi langkah pemerintah RI melalui kementerian terkait yang mengimbau penundaan keberangkatan umrah sebagai langkah antisipasi keselamatan dan keamanan. Namun, ia menegaskan bahwa PPIU kini menghadapi dilema besar.




