Kamis 26 Mar 2026 07:20 WIB

Didukung Negara Teluk, AS dan Israel Dituding Ingin Duduki Salah Satu Pulau di Iran

Rencana AS dan Israel itu mendapat dukungan sebuah negara.

Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ketua Parlemen Iran Teheran Mohammad Bagher Qalibaf menyebut AS dan Israel merencanakan untuk menduduki salah satu pulau milik negaranya. Rencana ini disebutnya mendapat dukungan dari salah satu negara di kawasan.

“Berdasarkan sejumlah data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara di kawasan, sedang mempersiapkan operasi untuk menduduki salah satu pulau Iran,” kata Mohammad Bagher Qalibaf dalam sebuah unggahan di platform media sosial X milik perusahaan AS.

Baca Juga

Namun, ia tidak menyebutkan negara kawasan tersebut.

Qalibaf mengatakan bahwa semua pergerakan musuh sedang dipantau oleh angkatan bersenjata Iran.

“Jika mereka mengambil langkah apa pun, seluruh infrastruktur vital negara kawasan tersebut akan menjadi sasaran tanpa batas melalui serangan tanpa henti,” ancamnya.

Amerika Serikat dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang. Jumlah ini termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber:

Anadolu Agency

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement