REPUBLIKA.CO.ID,HAMILTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (17/2/2026), merilis pernyataan menjelang dimulainya bulan suci Ramadhan. Trump menyoroti makna keimanan, refleksi, dan pentingnya kebebasan beragama bagi masyarakat di kedua negara.
“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada semua yang merayakan Ramadhan,” kata Trump.
Trump menggambarkan Ramadhan sebagai “musim khidmat pembaruan spiritual, perenungan, dan penghargaan atas berkah Tuhan." Dia menambahkan bahwa bulan suci menekankan doa dan puasa, mempererat keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai kasih sayang, amal, dan kerendahan hati.
“Hak yang dianugerahkan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri bangsa kami dan pilar kemakmuran serta kekuatan kami,” katanya, sambil menyampaikan doa bagi kebahagiaan, persatuan, dan perdamaian dunia.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan ucapan serupa.“Saat matahari terbenam malam ini, umat Muslim di Kanada dan seluruh dunia akan mulai menjalankan ibadah Ramadhan,”ujar dia.




