Rabu 18 Feb 2026 10:25 WIB

Donald Trump Ucapkan Selamat Merayakan Ramadhan

PM Kanada menyebut Ramadhan merupakan momentum tepat untuk perangi Islamobia.

Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025. Dalam pidato itu, Trump meremehkan badan dunia tersebut.
Foto: REUTERS/Mike Segar
Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025. Dalam pidato itu, Trump meremehkan badan dunia tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,HAMILTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (17/2/2026), merilis pernyataan menjelang dimulainya bulan suci Ramadhan. Trump menyoroti makna keimanan, refleksi, dan pentingnya kebebasan beragama bagi masyarakat di kedua negara.

“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada semua yang merayakan Ramadhan,” kata Trump.

Baca Juga

Trump menggambarkan Ramadhan sebagai “musim khidmat pembaruan spiritual, perenungan, dan penghargaan atas berkah Tuhan." Dia menambahkan bahwa bulan suci menekankan doa dan puasa, mempererat keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai kasih sayang, amal, dan kerendahan hati.

“Hak yang dianugerahkan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri bangsa kami dan pilar kemakmuran serta kekuatan kami,” katanya, sambil menyampaikan doa bagi kebahagiaan, persatuan, dan perdamaian dunia.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan ucapan serupa.“Saat matahari terbenam malam ini, umat Muslim di Kanada dan seluruh dunia akan mulai menjalankan ibadah Ramadhan,”ujar dia.

Muslim yang berada di Amerika Serikat mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 H pada tanggal 23 MAret 2023.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement