Rabu 18 Feb 2026 09:21 WIB

Dikenal Sebagai Negeri Matahari Tenggelam, Mesir Pun tak Bisa Menyaksikan Hilal pada Selasa Malam

NRIAG telah memprediksi Ramadhan akan dimulai pada 19 Februari.

Hilal (Ilustrasi)
Foto: muslimmedianetwork.com
Hilal (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,KAIRO — Lembaga fatwa resmi Mesir, Dar Al-Ifta, mengumumkan jika 1 Ramadhan 1447 Hijriah resmi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah otoritas terkait melakukan pemantauan hilal pasca-shalat Maghrib pada Selasa malam, seperti dilansir dari Ahram Online.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Dar Al-Ifta mengonfirmasi pada Rabu, 18 Februari, merupakan hari ke-30 sekaligus hari terakhir bulan Sya'ban. Dengan demikian, Mesir yang notabene dikenal sebagai negeri Maghribi di bagian barat bumi - bagian paling awal yang menyaksikan matahari tenggelam - tidak bisa menyaksikan hilal pada Selasa.

Baca Juga

Ketetapan ini sekaligus menjadi dasar dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam di Mesir pada Kamis mendatang.

Keselarasan data astronomi dan syariat

Sebelum pengumuman resmi ini, Badan Riset Astronomi dan Geofisika Nasional Mesir (NRIAG) juga telah memprediksi bahwa Ramadhan akan dimulai pada 19 Februari berdasarkan perhitungan astronomis.

Meski dalam beberapa tahun terakhir banyak negara mayoritas Muslim mulai mengadopsi perhitungan astronomis (hisab), Dar Al-Ifta menegaskan posisinya.

Dar Al-Ifta menyatakan, terlepas dari adanya perhitungan astronomis, pengumuman resmi hari pertama Ramadhan di Mesir tetap bergantung pada pemantauan hilal secara sah (rukyatul hilal) sesuai dengan kriteria syariat yang telah ditetapkan.

photo
Warga membawa lentera Fanous yang dibeli di sebuah pasar di Kairo, Mesir, Senin (4/3/2024). Di Mesir, salah satu tradisi unik jelang Ramadhan adalah memasang lentera Fanous. Warga Mesir berbondong-bondong berburu lentera warna-warni itu yang memang identik dengan bulan Ramadhan. - (EPA-EFE/KHALED ELFIQI)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement