REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nuzulul Quran merupakan peristiwa pertama kali turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW. Secara bahasa, Nuzul Qur'an berasal dari kata nazzala-yunazzilu-tanzilan yang artinya turun secara berangsur-angsur dan kata anzala-yunzilu-inzalan yang bermakna denotatif "menurunkan."
Peristiwa diturunkannya Alquran yang menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW dijelaskan pada surat Al Isra ayat 106, Allah SWT berfirman,
وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
Arab Latin: Wa qur'ānan faraqnāhu litaqra'ahū ‘alan-nāsi ‘alā mukṡiw wa nazzalnāhu tanzīlā(n).
Artinya : “Alquran Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap.”
Menurut tafsir tahlili Kemenag, Allah SWT menerangkan bahwa Alquran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur, sebagian demi sebagian, agar ia dapat membacakannya kepada umat-Nya, serta memberi pemahaman secara perlahan-lahan.
Ayat Alquran pertama kali diwahyukan di bulan Ramadhan, saat malam Lailatul Qadar. Surah al-Alaq yang menjadi wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.
Ayat pertama surah al-Alaq berisi perintah membaca. Kendati demikian, tidak disebutkan objek bacaannya. Lalu, apa makna perintah membaca itu? Dan apa yang diperintahkan untuk dibaca?




