Sabtu 07 Mar 2026 10:36 WIB

Makna Iqra di Balik Peristiwa Nuzulul Quran, Mengapa Rasulullah yang Ummi Diperintahkan Membaca?

Membaca bukan hanya dari sesuatu yang tertulis.

Kaligrafer menyelesaikan proses pembuatan Mushaf Nusantara di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Sebanyak 365 kaligrafer dari 29 provinsi menyelesaikan proses pembuatan mushaf Al Quran selama 10 jam dalam rangka memperingati Nuzulul Quran sekaligus merayakan HUT ke-40 Lembaga Kaligrafi Al-Quran (Lemka). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang seni kaligrafi dan membangkitkan semangat tradisi menulis mushaf. Selain itu, penulisan mushaf inu mendapatkan piagam dari Yayasan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada program penulisan terbanyak dan tercepat dengan iluminasi (khiasan mushaf) menggunakan motif khas nusantara terbanyak.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Kaligrafer menyelesaikan proses pembuatan Mushaf Nusantara di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Sebanyak 365 kaligrafer dari 29 provinsi menyelesaikan proses pembuatan mushaf Al Quran selama 10 jam dalam rangka memperingati Nuzulul Quran sekaligus merayakan HUT ke-40 Lembaga Kaligrafi Al-Quran (Lemka). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang seni kaligrafi dan membangkitkan semangat tradisi menulis mushaf. Selain itu, penulisan mushaf inu mendapatkan piagam dari Yayasan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada program penulisan terbanyak dan tercepat dengan iluminasi (khiasan mushaf) menggunakan motif khas nusantara terbanyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nuzulul Quran merupakan peristiwa pertama kali turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW. Secara bahasa, Nuzul Qur'an berasal dari kata nazzala-yunazzilu-tanzilan yang artinya turun secara berangsur-angsur dan kata anzala-yunzilu-inzalan yang bermakna denotatif "menurunkan."

Peristiwa diturunkannya Alquran yang menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW dijelaskan pada surat Al Isra ayat 106, Allah SWT berfirman,

Baca Juga

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

Arab Latin: Wa qur'ānan faraqnāhu litaqra'ahū ‘alan-nāsi ‘alā mukṡiw wa nazzalnāhu tanzīlā(n).

Artinya : “Alquran Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap.”

Menurut tafsir tahlili Kemenag,  Allah SWT menerangkan bahwa Alquran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur, sebagian demi sebagian, agar ia dapat membacakannya kepada umat-Nya, serta memberi pemahaman secara perlahan-lahan. 

Ayat Alquran pertama kali diwahyukan di bulan Ramadhan, saat malam Lailatul Qadar. Surah al-Alaq yang menjadi wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Ayat pertama surah al-Alaq berisi perintah membaca. Kendati demikian, tidak disebutkan objek bacaannya. Lalu, apa makna perintah membaca itu? Dan apa yang diperintahkan untuk dibaca?

photo
Pengunjung melintas di depan mushaf kitab suci Alquran berukuran jumbo 3 X 2 meter di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2026). Mushaf tulis tangan karya Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo ini merupakan pemberian Presiden ke-7 RI Joko Widodo kepada pengurus masjid setempat untuk dipamerkan sebagai daya tarik bagi pengunjung dan wisatawan. - (ANTARAFOTO/Maulana Surya)

 

sumber : Pusat Data Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement