REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konflik di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih bergulir. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar berencana menggelar rapat pleno atau muktamar dalam waktu dekat.
Wakil Rais Syuriah PBNU KH Sarmidi Husna mengatakan, pihaknya belum menetapkan tanggal muktamar tersebut akan berlangsung.
"Mohon maaf, masih belum ditetapkan," ujar Kiai Sarmidi saat dihubungi Republika, Selasa (2/12/2024).
Menurut dia, pihak Rais Aam tidak hanya ingin segera menyelenggarakan muktamar, tetapi juga membentuk tim pencari fakta (TPF). Tujuannya melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang mengenai PBNU dalam kepengurusan KH Yahya Cholil Staquf. Ia menambahkan, orang-orang yang akan masuk dalam TPF tersebut juga belum ditetapkan.
"Soal TPF, saya belum terima tusi-nya. Belum juga (belum ditetapkan juga)," ucap Kiai Sarmidi.
Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai ketua umum PBNU sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.




