Jumat 29 Aug 2025 12:58 WIB

Sopir Ojol Dilindas Mobil Brimob, Ketum MUI Minta Pelaku Ditindak Tegas

Ketum MUI imbau semua pihak mempercayakan pemerintah menegakkan hukum.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar.
Foto: Dok Republika
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya driver ojek online (Ojol) Affan Kurniawan. Almarhum dilindas oleh mobil Brimob Polri, untuk itu Ketua Umum MUI meminta pelaku ditindak tegas.

"Inna lillahi wa Iina ilaihi rajiun, semoga almarhum Affandi mendapatkan magfirah Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan karunia ikhlas dan kesabaran," kata Kiai Anwar dikutip dari halaman MUI Digital, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga

Kiai Anwar menyayangkan timbulnya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa yang digelar ribuan aktivis buruh dan seluruh elemen masyarakat di depan Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta.

Kiai Anwar meminta secara tegas agar para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai proses hukum oleh aparat hukum.

"Pimpinan tertinggi aparat juga ikut datang melayat sekaligus menyampaikan permintaan maaf agar terasa empati terhadap korban dan keluarganya," ujarnya.

Kiai Anwar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Kediri meminta tragedi kemanusiaan ini menjadi atensi khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kiai Anwar mengingatkan wafatnya Affandi bisa memicu kemarahan masyarakat yang selama ini sudah lelah dengan beban hidup yang semakin berat yang mengimpit mereka.

 

"Mulai dari kesulitan mencari pekerjaan, beban pajak yang makin terasa serta beban-beban lain yang mudah menyulut emosi rakyat. Suasana kehidupan rakyat yang makin berat ini, diperlukan kepekaan sosial yang tinggi dari para elite politik agar masyarakat merasakan kehadiran negara," ujar Kiai Anwar.

Oleh karena itu, ke depan, Kiai Anwar yang juga Wakil Rais Aam PBNU ini menyerukan agar seluruh elemen bangsa semakin meningkatkan rasa cinta kepada NKRI dengan saling menghormati di antara sesama anak bangsa.

Tidak kalah pentingnya, dia mengingatkan agar aparat penegak hukum seperti Polri dan TNI untuk meningkatkan rasa empati kepada rakyat agar merasakan adanya pengayom, bukan merasakan ancaman karena kehadiran aparat Polri dan TNI.

"Bukan merasa terancam dan selalu khawatir terhadap keamanan diri dan keluarga akibat ulah oknum-oknum aparat yang tak bertanggung jawab," tegasnya.

Kiai Anwar mengingatkan agar aparat bisa makin bijak dalam menangani aksi unjuk rasa dengan selalu mengedepankan pendekatan persuasif agar tragedi kemanusiaan yang keji ini bisa dihindari ke depannya.

Lebih lanjut, Kiai Anwar menyerukan agar masyarakat juga semakin bijak dan tetap memegang norma dan ketertiban umum dalam setiap menyampaikan aspirasi.

Atas kejadian ini, Kiai Anwar meminta pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan introspeksi diri agar bisa menjadi pelayan yang baik buat masyarakat.

"Tolonglah marilah kita sama-sama menjaga agar kehidupan demokrasi kita tetap terjaga dengan baik dan dengan rasa memiliki yang tinggi terhadap negara tercinta ini. Saya juga berharap agar pemerintah berani instropeksi diri agar bisa menjadi pelayab yang baik buat masyarakat, bukan malah sebaliknya," tegasnya.

Dia meminta pemerintah untuk melakukan instrospeksi terhadap semua aspirasi masyarakat dan menjadikan suara rakyat dasar pengambilan kebijakan. "Dengan demikian, tercipta harmoni yang baik antara pemerintah dan segenap rakyat," ujar Kiai Anwar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement