Ahad 06 Apr 2025 07:07 WIB

Puluhan Masjid Rusak Akibat Gempa, Baznas Ajak Dukung Muslim Myanmar

Donasi masyarakat berperan besar pulihkan masjid yang hancur.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ketua Baznas Prof Noor Achmad
Foto: baznas, alquran disabilitas
Ketua Baznas Prof Noor Achmad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan solidaritasnya terhadap saudara-saudara Muslim di Myanmar yang terdampak gempa bumi dahsyat pada 28 Maret 2025 lalu. Pasalnya, gempa  berkekuatan 7,7 magnitudo tidak hanya membuat korban berjatuhan, tapi masjid-masjid juga banyak yang rusak. 

Gempa tersebut menyebabkan lebih dari 3.300 korban jiwa dan lebih dari 5.000 orang luka-luka. Dampak gempa ini juga sangat dirasakan oleh komunitas Muslim di Myanmar. Lebih dari 50 masjid dilaporkan mengalami kerusakan, dengan banyak yang runtuh saat jamaah sedang melaksanakan ibadah sholat Jumat. Ratusan jamaah pun meninggal dunia di tempat ibadah mereka.  

Baca Juga

Ketua Baznas Prof Noor Achmad menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Dia pun mengajak umat Islam Indonesia untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada saudara-saudaranya di Myanmar yang sedang mengalami cobaan berat.

"Ini adalah bencana yang sangat memprihatinkan. Banyak saudara sesama Muslim kita kehilangan tempat ibadah, bahkan nyawa mereka. Kami, mewakili masyarakat Indonesia, merasa terpanggil untuk membantu mereka bangkit kembali," ujar Noor dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (5/4/2025).

Dia menjelaskan, Baznas akan segera memulai proses pemulihan, khususnya dalam pembangunan kembali masjid yang rusak. Namun, dia juga menekankan, upaya tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pascabencana, serta situasi keamanan dan politik di Myanmar yang masih belum sepenuhnya kondusif.

"Sesegera mungkin kami akan mulai membangun kembali sarana ibadah yang hancur. Namun, tentu saja, kami harus menunggu situasi yang lebih kondusif agar prosesnya berjalan dengan aman dan lancar," ucap Noor.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement