Kamis 03 Apr 2025 16:17 WIB

Ingin Dipuji Orang Ketika Sholat? Ini Cara Menghilangkan Riya

Riya adalah memperlihatkan ibadah atau amal kebaikan dengan niat ingin dipuji.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Ibadah puasa. Ilustrasi
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ibadah puasa. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Riya adalah memperlihatkan ibadah atau amal kebaikan dengan niat ingin dipuji atau dihormati oleh orang lain. Dalam Islam, riya termasuk dalam syirik kecil karena seseorang beramal bukan karena Allah, tetapi demi mendapatkan pengakuan manusia.  

Mantan Mufti Besar Mesir dan anggota Majelis Ulama Senior di Al-Azhar, Syekh Ali Gomaa menjelaskan, riya adalah salah satu perbuatan tercela yang harus dijauhi. Menurut dia, Riya' (ﺍﻟﺮﻳﺎﺀ) berasal dari kata ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ /ru'yah, yang artinya menampakkan atau memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia.

Baca Juga

Syekh Ali Gomaa menambahkan, orang riya bukan melakukan pekerjaan untuk Allah dan ia tidak tulus berniat kepada Allah, melainkan berpaling kepada orang-orang. Sedangkan motif orang riya adalah ketenaran, kemuliaan, kebesaran, kesombongan.

Menurut Syekh Ali Gomaa, riya sangat dilarang oleh Allah Swt. Dalam surat Al-Maun, Allah Swt berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ. الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ. 

.الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ 

Artinya: “Maka celakalah orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholat, yang berbuat riya.” (QS Al-Maun: 4-6). 

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda: 

إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر

Artinya: “Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan terhadap kalian adalah syirik kecil”. 

قالوا وما الشرك الأصغر يا رسول الله ؟

Mereka bertanya, Apa itu syirik kecil itu wahai Rasulullah?’

قال : الرياء

Beliau menjawab, ‘Riya’.’

. يقول الله تعالى يوم القيامة ، إذا جازى الناس بأعمالهم : اذهبوا إلى الذين كنتم تراءوا فى الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم جزاء

Artinya: "Allah berfirman pada Hari Kiamat ketika Dia membalas manusia dengan amal perbuatan mereka, pergilah kalian kepada orang-orang di mana kalian melakukan riya untuk mereka di dunia, apakah kalian menemukan balasan dari mereka?”

Lantas bagaimana cara menghilangkan riya?

Untuk menghindari riya, seseorang perlu melakukan beberapa hal berikut:  

1. Luruskan Niat (Ikhlas karena Allah)

Sebelum beramal, tanyakan pada diri sendiri, apakah ini semata-mata untuk Allah atau demi pujian manusia?

Lalu perbanyak doa agar Allah menjaga keikhlasan, seperti doa Umat bin Khattab berikut:  

اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا، وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا، وَلَا تَجْعَلْ فِيهِ لِأَحَدٍ شَيْئًا

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku sebagai amalan yang saleh, ikhlas karena-Mu, dan jangan jadikan padanya sesuatu pun untuk selain-Mu.”

2. Sembunyikan Ibadah Sunnah

Jika memungkinkan, lakukan amal baik tanpa diketahui orang lain, seperti sedekah secara diam-diam.  

3. Ingat Bahwa Pujian dan Celaan Manusia Tidak Berarti

Manusia tidak bisa memberi manfaat atau mudarat kecuali dengan izin Allah, maka jangan terpengaruh oleh pujian atau kritik mereka.  

4. Perbanyak Istighfar dan Muhasabah

Evaluasi diri secara rutin dan istighfar jika merasa ada niat yang melenceng.  

5. Dekat dengan Ulama dan Orang Sholeh

Bergaul dengan orang-orang yang tulus beribadah akan membantu kita tetap rendah hati.  

Menghindari riya memang tidak mudah, tetapi dengan latihan dan doa yang terus-menerus, insya Allah kita bisa menjaga keikhlasan dalam beribadah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement