Kamis 03 Apr 2025 06:49 WIB

Merasa Susah Menyerap Ilmu? Ini Nasihat dari Ulama

Sucikan hati perlu dilakukan agar kita mudah serap ilmu.

Santri pondok pesantren (ilustrasi).
Foto: Antara
Santri pondok pesantren (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada satu hal penting yang harus diperhatikan seorang pelajar dalam menimba ilmu. Jika ini diabaikan, ilmu akan sulit diperoleh.

Bila ini diperhatikan dan dilaksanakan, begitu mudahnya seorang pelajar menyerap ilmu. Abi Abdullah Muhammad Sa'id bin Silan dalam bukunya, Adabu Thalibil Ilmi (terjemahan oleh Muyassir Hadil Anam), menyampaikan penjelasan terkait hal tersebut.

Baca Juga

Dia menukilkan pendapat dari Ibnu Jama'ah, bahwa seorang pelajar harus menyucikan hatinya dari setiap penipuan, dosa, iri hati dan dengki.

Seorang pelajar juga harus menyucikan diri dari akidah dan akhlak yang jelek, supaya dengan mudah bisa menerima ilmu yang tersembunyi.

"Karena sesungguhnya ilmu itu adalah shalat yang tersembunyi, ibadah hati, dan mendekatkan batin kepada Allah," demikian pendapat Ibnu Jamaah.

Shalat menjadi tidak sah kecuali dengan menyucikan secara zahir, yakni suci dari hadats dan kotoran.

Maka, begitu juga ilmu yang merupakan ibadah hati, dan tidak sah kecuali dengan membersihkannya dari sifat yang jelek dan akhlak yang buruk serta kotor.

Ketika hati telah baik untuk menerima ilmu, maka berkahnya pun akan tampak dan tumbuh. Seperti tanah, jika sudah sesuai untuk pertanian, maka tanamannya pun akan tumbuh dan berkembang. Dalam riwayat Nu'man bin Basyir RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

"Ketahuilah, sungguh di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika dia baik, maka akan baik pula seluruh tubuhnya. Bila dia jelek, maka akan jeleklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati." (Muttafaqun 'alaih)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement