Rabu 26 Feb 2025 23:50 WIB

Menjelang Datangnya Ramadhan, Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina di Tepi Barat

Israel hanya memberi waktu tiga jam bagi warga untuk mengungsi dari rumah mereka.

Tentara Israel berjalan di depan warga Palestina yang mengungsi akibat operasi militer Israel dari kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat, Kamis, 23 Januari 2025.
Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
Tentara Israel berjalan di depan warga Palestina yang mengungsi akibat operasi militer Israel dari kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat, Kamis, 23 Januari 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,TEPI BARAT — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Militer Israel menangkap puluhan warga Palestina sebagai bagian dari perluasan operasi militernya di seluruh Tepi Barat yang diduduki. Dikutip dari laporan Aljazeera, setidaknya 50 orang ditangkap dalam penggerebekan pada Selasa (25/2/2025) malam. 

Menurut laporan kantor berita Palestina Wafa, militer Israel mengumpulkan orang-orang untuk diinterogasi di wilayah Hebron, Tulkarem, Qalqilya, Nablus, Ramallah, Bethlehem, Jericho dan Tubas.

Baca Juga

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, pasukan Israel menyerbu Sekolah Majed Abu Sharar di kota Dura dekat Hebron dan menangkap dua siswa.Penangkapan baru tersebut menambah jumlah warga Palestina yang ditahan tentara Israel di Tepi Barat sejak Oktober 2023 menjadi lebih dari 14.500, termasuk mereka yang dibebaskan kemudian.

Angka tersebut tidak termasuk mereka yang ditangkap dari Jalur Gaza, yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan. Penahanan massal itu terjadi di tengah meningkatnya serangan militer Israel di Tepi Barat yang dimulai setelah gencatan senjata Gaza disepakati sebulan lalu.

Serangan itu telah menewaskan sedikitnya 62 warga Palestina dan sekitar 40 ribu orang dievakuasi dari kamp Jenin, Tulkarem dan Nur Shams di Tepi Barat dalam sebulan.

Komisaris jenderal badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini mengatakan, Tepi Barat yang diduduki sekarang menjadi "medan perang" yang menghadapi "dampak yang mengkhawatirkan" dari perang Gaza.

Sementara itu, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi penduduk kamp Nur Shams, yang terletak di sebelah timur kota Tulkarem, sebelum rencana pembongkaran 11 bangunan tempat tinggal.

Menurut Wafa, pasukan Israel hanya memberi waktu tiga jam bagi warga untuk mengungsi dari rumah mereka. Keluarga-keluarga terlihat meninggalkan rumah mereka sambil membawa sedikit barang yang dapat mereka bawa.

photo
Daftar Kejahatan Tentara Israel - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement