Sabtu 20 Jul 2024 15:19 WIB

Layanan Kesehatan KKHI Tutup, Jamaah Rawat Inap Tetap Jadi Tanggung Jawab Pemerintah RI

KKHI Makkah telah menyiapkan tim advance untuk program visitasi bagi jamaah.

Petugas kesehatan melayani jamaah haji yang mengalami dimensia di Ruangan Rawat Inap Psikiatri, KKHI, Makkah, Senin (25/6/2024).
Foto: Republika/Muhyiddin
Petugas kesehatan melayani jamaah haji yang mengalami dimensia di Ruangan Rawat Inap Psikiatri, KKHI, Makkah, Senin (25/6/2024).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Selama 55 hari operasional penyelenggaraan haji di Makkah atau sejak tanggal 20 Mei hingga 13 Juli 2024, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah telah melayani 2.771 jamaah haji dengan berbagai kondisi kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.

"Sebanyak 1.308 jamaah di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lebih lanjut," terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag mengutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Baca Juga

"Meskipun telah menutup layanan operasionalnya, KKHI masih menyiagakan ruang IGD sebagai tempat transit bagi pasien setelah menjalani perawatan di RSAS hingga 23 Juli 2024," sambung Widi di Jakarta, Sabtu (20/7/2024), lewat keterangan tertulis kepada Republika.

KKHI Makkah, lanjutnya, juga telah menyiapkan tim advance untuk menjalankan program visitasi bagi jamaah haji yang masih dirawat di RSAS hingga tanggal yang sama."Pemantauan dan visitasi jamaah yang masih dirawat di RSAS akan terus dilakukan sampai semua petugas kembali ke Tanah Air," ujarnya.

Menurutnya, jika masih ada jemaah yang dirawat di RSAS sampai semua petugas kesehatan kembali ke Tanah Air, hal itu akan dilaporkan kepada Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Selanjutnya, jamaah diserahterimakan kepada KJRI di Jeddah untuk melakukan pemantauan di RSAS.

"Semua jamaah haji yang masih dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia hingga jemaah dapat kembali ke Indonesia,"ujar dia.

KKHI Makkah, kata Widi, telah melakukan Tanazul dan Evakuasi sebanyak 164 jamaah dengan rincian, sebanyak 12 jamaah dievakuasi ke Bandara Jeddah, empat jamaah ke Bandara Madinah, dan 77 jamaah dievakuasi ke KKHI Madinah. Selain itu, sebanyak tiga jemaah di Tanazul akhir dan sebanyak 68 jamaah di Tanazul awal.

Selain KKHI Makkah, ia mengungkapkan, operasional pelayanan kesehatan di 11 sektor oleh Tim Emergency Medical Sector (TEMS) dan pelayanan kesehatan di kelompok terbang (kloter) oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga telah berakhir.

"Pelayanan kesehatan di sektor telah melakukan deteksi dini kepada 30.751 jemaah, emergency response terhadap 1.013 jemaah, melakukan rujukan ke KKHI Makkah sebanyak 178 pasien," ungkapnya.

"Untuk pelayanan kesehatan di kloter dilakukan oleh 1.643 orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), terdiri dari 550 dokter dan 1.093 perawat) yang berasal. Mereka tergabung dalam 550 kloter," ucapnya.

Secara keseluruhan, terang Widi, tenaga kesehatan di kloter telah melakukan pelayanan kesehatan rawat jalan kepada 132.946 jamaah, serta telah merujuk sebanyak 35 jemaah kepada klinik sektor, 461 jemaah ke KKHI Makkah, dan 398 jemaah ke RSAS.

202 Ribu jamaah tiba di Tanah Air

Saat ini, operasional pemulangan jamaah haji ke Tanah Air masih berlangsung. Hingga 19 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi atau 20 Juli 2024 pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat, jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 202.245 orang. Mereka tergabung dalam 516 kelompok terbang (kloter).

Hari ini, Sabtu 20 Juli 2024 terdapat 14 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji sebanyak 5.509 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air, dengan rincian sebagai berikut:

1. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter;

2. Debarkasi Aceh (BTJ) sebanyak 393 jemaah/1 kloter;

3. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 783  jemaah/2 kloter;

4. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 440 jemaah/1 kloter;

5. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter;

6. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.080 jemaah/3 kloter;

7. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.113 jemaah/3 kloter;

8. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jemaah/1 kloter;

9. Debarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 440 jemaah/1 kloter.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement