Rabu 17 Jul 2024 16:11 WIB

RI Masih Impor dari Israel, MUI Pertanyakan Keseriusan Mendag

MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya produk yang terafiliasi Israel.

Ketua Komisi pendidikan dan Kaderisasi MUI, Dr Sudarnoto Abdul Hakim saat ditemui di Jl. Ciniki Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).
Foto: Republika/Nugroho Habibi
Ketua Komisi pendidikan dan Kaderisasi MUI, Dr Sudarnoto Abdul Hakim saat ditemui di Jl. Ciniki Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertanyakan keseriusan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung kemerdekaan Palestina. Sebab, data menunjukan bahwa Indonesia masih melakukan impor dari Israel.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, sejujurnya agak kesal dengan Kemendag terkait adanya produk-produk impor dari Israel. Padahal, MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya produk Israel atau yang terafiliasi dan mendukung Israel.

Baca Juga

"Kemudian soal impor (dari Israel ke Indonesia) kenapa kok pemerintah tidak mengecek, harusnya melalui undang-undang perlindungan konsumen itu sudah kewajiban menteri untuk melindungi kita semua dari produk-produk Israel," kata Sudarnoto kepada Republika, Rabu (17/7/2024).

photo
Pekerja beraktivitas di dekat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor barang dan jasa naik 21,64 persen secara tahunan (yoy) dan diklaim jadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III 2022. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Sudarnoto juga menyesalkan kenapa tidak ada pernyataan dari Kemendag terkait impor barang dari Israel. MUI benar-benar meminta dengan serius kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan agar impor dari Israel harus ditindaklanjuti secara serius.

Menurut dia, pemerintah dalam hal ini Kemendag juga harus serius mewaspadai impor barang-barang atau produk-produk dari Israel juga dari perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel.

"Menteri Luar Negeri serius (membela Palestina), masyarakat serius (mendukung kemerdekaan Palestina) banyak orang yang serius, pemerintah sendiri dalam hal ini kementerian tertentu (Kemendag) enggak serius, itu gimana itu," ujar Sudarnoto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement