Rabu 28 Feb 2024 20:22 WIB

Truk Bantuan MER-C untuk Gaza Berhasil Tembus Perbatasan Meski Temui Rintangan

MER-C melakukan pengiriman bantuan untuk warga Gaza

Rep: Mabruroh, Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Salah satu relawan MER-C Gaza menyerahkan paket bantuan makanan untuk pengungsi Gaza.
Foto: Dok Istimewa
Salah satu relawan MER-C Gaza menyerahkan paket bantuan makanan untuk pengungsi Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah ribuan truk yang masih tertahan dan mengantri di perbatasan Rafah untuk bisa masuk ke Jalur Gaza, sebagian truk-truk bantuan dari rakyat Indonesia melalui MER-C berisi tepung terigu dan paket bahan makanan sudah berhasil masuk. 

Hal ini dilaporkan oleh dua relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan. 

Baca Juga

Keduanya bersama tim mitra lokal dari Medics World Wide ikut menerima dan mendistribusikan secara langsung bantuan-bantuan tersebut kepada warga Palestina korban agresi Israel.

Sejak agresi dimulai, MER-C terhitung telah menyalurkan tiga tahap khusus bantuan yang dikirimkan dari Mesir.

 

“Bantuan MER-C dari Mesir sudah bisa masuk Jalur Gaza. Sampai hari ini pertanggal Senin 26 Februari 2024 sudah ada tiga tahap bantuan yang masuk,” kata Fikri dalam siaran pers MER-C, Rabu (28/2/2024).

Distribusi bantuan tidak hanya di Gaza Selatan namun juga hingga ke Gaza Tengah. Selanjutnya, MER-C berharap truk-truk bantuan lainnya berupa paket bahan makanan, air minum dan khususnya obat-obatan serta alat kesehatan juga bisa segera masuk ke Jalur Gaza.

Bantuan MER-C yang tiba pertama di Jalur Gaza adalah tepung terigu berjumlah 1.500 karung atau satu kontainer penuh yang sudah dibagikan ke titik-titik pengungsian baik di Gaza bagian tengah maupun Gaza bagian Selatan. 

Untuk pembagian bantuan awal 1.500 karung masuk ke Gaza sekitar bulan Desember 2023. Dalam kesempatan distribusi tepung terigu, relawan MER-C di Gaza belum bisa ikut membagikan secara langsung karena saat itu situasi belum memungkinkan.

“Saat itu Tim MER-C cabang Gaza ikut serta dalam pembagian tersebut, namun kita tidak bisa melanjutkan dan diteruskan oleh lembaga mitra lokal untuk membagikan bantuan MER-C yang tersisa karena serangan Israel masih mencekam,” ujar Fikri.

Kemudian bantuan tahap dua berupa paket bahan makanan baru memasuki Gaza pada 23 Februari 2024. Proses pembagian bantuan kali ini dapat langsung dipantau Relawan MER-C di Gaza. Mereka juga ikut serta dalam pembagiannya ke Kota Deir Balah, Gaza bagian Tengah, Sabtu, 24 Februari 2024.

Tahap ketiga, MER-C kembali mengirimkan tepung terigu dari Mesir yang berhasil tiba di Gaza pada Minggu, 25 Februari 2024. Pembagiannya kepada para pengungsi juga dilakukan langsung oleh relawan MER-C, pada Senin, 26 Februari 2024.

“Tentunya bantuan yang kita belanjakan di Mesir dan kirim ke Gaza membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang sangat sulit. Kita sempat berbincang dengan Tim Medics World Wide selaku lembaga yang punya akses memasukkan bantuan ke Gaza. Mereka mengatakan truk-truknya mengalami banyak kendala untuk memasuki Gaza,” tutur Fikri.

Pertama adalah antrean yang cukup panjang dan proses perizinan yang membutuhkan paling sebentar adalah dua pekan dan paling lama berbulan-bulan.

Kedua truk...

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement