Selasa 16 Jan 2024 21:21 WIB

MUI Ingatkan Perbedaan Pilihan tak Harus Berujung Pertikaian

Pemimpin agama diminta memberikan edukasi pada umat terkait pelaksanaan pemilu damai.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Ani Nursalikah
Alat peraga kampanye (APK) terpasang di lampu lalu lintas Jalan Yos Sudarso,  Jakarta Utara, Selasa (16/1/2024). Mendekati pesta demokrasi Pemilu 2024, suasana di jalanan Jakarta dipadati alat peraga kampanye seperti bendera partai politik, poster para Calon Legislatif hingga paslon Capres dan Cawapres 2024. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan sebagian masyarakat, selain membuat kesan kumuh jalanan Jakarta karena semrawut  juga dapat membahayakan para pengendara dan pejalan kaki. Beberapa poster yang dipasang di pohon pun mendapat respon buruk dari sejumlah masyarakat dengan memberikan label tersangka penusukan pohon pada gambar poster caleg.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Alat peraga kampanye (APK) terpasang di lampu lalu lintas Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2024). Mendekati pesta demokrasi Pemilu 2024, suasana di jalanan Jakarta dipadati alat peraga kampanye seperti bendera partai politik, poster para Calon Legislatif hingga paslon Capres dan Cawapres 2024. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan sebagian masyarakat, selain membuat kesan kumuh jalanan Jakarta karena semrawut juga dapat membahayakan para pengendara dan pejalan kaki. Beberapa poster yang dipasang di pohon pun mendapat respon buruk dari sejumlah masyarakat dengan memberikan label tersangka penusukan pohon pada gambar poster caleg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suasana kian memanas di masyarakat jelang pemilihan calon presiden dan wakil presiden 14 Februari 2024. Saling serang antarpendukung tiga pasangan calon terus mewarnai lini masa. Situasi tersebut berpotensi menyebabkan ketidakharmonisan di masyarakat.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengatakan perbedaan pilihan tidak harus berakhir dengan pertikaian. Menurutnya, perbedaan justru ciri khas kebhinekaan Indonesia yang harus selalu dirawat.

Baca Juga

"Hari ini MUI mengadakan Silaturahim Nasional seluruh pimpinan ormas Islam dan tokoh-tokoh agama di Indonesia. Harapannya kegiatan ini dapat mempererat persatuan jelang pemilu," ujar Kiai Anwar dalam Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Majelis-Majelis Agama di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Kiai Anwar meminta kepada pimpinan ormas Islam agar mengajak para imam, mubaligh, ustadz, dan khatib di masjid untuk memberikan edukasi kepada umat terkait pelaksanaan pemilu yang damai dan bermartabat. Kiai Anwar juga meminta kepada penyelenggara pemilu agar memastikan pemilu berlangsung jujur, adil, dan terbuka.

Menurut Kiai Anwar, pemilu jujur dan adil sesuai dengan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat. Ia menilai Pemilu 2024 juga menjadi momentum Indonesia menuju negara yang adil dan sejahtera.

Namun, ia menyadari guna mewujudkan pemilu yang adil dan makmur diperlukan kerja keras semua pihak. Upaya strategis harus dilakukan oleh penyelenggara Pemilu. Tetapi unsur lain juga turut menjadi penentu suksesnya Pemilu yang damai, adil, jujur dan terbuka. Peran majelis-majelis tokoh agama dalam mewujudkan situasi kondusif di masyaralat sangat besar.

Dalam Silatnas Ormas Islam dan Majelis-Majelis Agama ini mengusung tema "Mengawal Pemilu Damai, Jujur, Adil Dan Bermartabat". Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah, ormas Islam , aparat keamanan, tokoh agama, KPU serta juga Bawaslu.

Setelah orasi dari berbagai narasumber, kegiatan Silatnas juga dilanjutkan dengan Deklarasi MUI. Kegiatan ini sebagai simbol bahwa MUI mendorong seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah untuk mewujudkan pemilu damai dan bermartabat.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement