Rabu 06 Dec 2023 20:09 WIB

Unicef: Gencatan Senjata Satu-satunya Cara Selamatkan Anak-Anak di Gaza

Banyak anak menjadi korban kebiadaban Israel.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Seorang anak laki-laki yang terluka diangkut setelah serangan Israel di Deir Al-Balah, Jalur Gaza selatan, Palestina, Kamis (9/11/2023).
Foto: AP Photo/Hatem Moussa
Seorang anak laki-laki yang terluka diangkut setelah serangan Israel di Deir Al-Balah, Jalur Gaza selatan, Palestina, Kamis (9/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA -- Juru Bicara Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef), James Elder menyatakan keprihatinannya terhadap anak-anak di Gaza. Menurut dia, saat ini yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan mereka yakni dengan melakukan gencatan senjata. 

"Hanya gencatan senjata yang akan menyelamatkan anak-anak Gaza saat ini. Perang terhadap anak-anak ini kembali terjadi dengan tingkat keganasan yang melampaui apa pun yang pernah kita lihat di wilayah Selatan dan tentu saja dengan kekuatan yang lebih dahsyat dari apa pun yang terjadi di wilayah Utara," kata dia dilansir dari laman Gulf News pada Rabu (6/12/2023).

Baca Juga

Elder mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza. Hal ini dia sampaikan dalam mengomentari berita tentara pendudukan Israel mengalokasikan apa yang disebut zona aman bagi warga sipil di Gaza.

"Dalam konteks yang disebut zona aman saat ini, hal tersebut tidak ilmiah, tidak rasional. Hal tersebut tidak mungkin terjadi. Dan saya pikir pihak berwenang menyadari hal ini. Saya pikir ini tidak berperasaan. Saya pikir ini dingin dan menurut saya hal ini memperkuat ketidakpedulian terhadap anak-anak dan perempuan di Gaza. Dan saya telah melihat di rumah sakit dari Selatan hingga Utara bahwa ketidakpedulian itu mematikan. Ini memilukan dan membingungkan," paparnya.

 

“Kita menghadapi badai yang sempurna untuk wabah penyakit, mengingat, tentu saja, dalam kasus khusus di Gaza, Israel adalah kekuatan pendudukannya. Di sanalah, Anda harus menyediakan makanan, air, obat-obatan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Palestina Dr Mai Al Kaila mengumumkan bahwa jumlah korban agresi Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, yang telah berlangsung selama 60 hari berturut-turut, mencapai 16.060 orang syuhada.

“Jadi sekarang, mengingat kita berbicara tentang ratusan ribu orang, saat ini mereka sedang bergerak ke suatu tempat dengan pemboman dalam skala besar, 200 orang sehari kemarin, pengeboman udara saat ini, satu-satunya cara yang mungkin untuk menciptakan ruang aman di Gaza. Yang benar-benar aman, yang melindungi kehidupan manusia, adalah agar neraka berhenti turun hujan dari langit. Hanya gencatan senjata, hanya gencatan senjata yang akan menyelamatkan anak-anak Gaza saat ini," papar Elder.

Di samping itu, sekitar 40 ribu warga Palestina terluka, lebih dari 70 persen di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.

Sumber:

https://www.gulf-times.com/article/673080/international/unicef-spokesman-only-ceasefire-is-going-to-save-children-of-gaza

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement