Selasa 14 Nov 2023 00:15 WIB

Baznas Garut Bantu Modal Usaha Pedagang yang Miliki Anak Stunting

Baznas berkomitmen memberdayakan pelaku UMKM.

Logo Baznas.
Foto: blogspot.com
Logo Baznas.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyalurkan bantuan modal usaha bagi pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki anak stunting atau anak gagal tumbuh agar memiliki penghasilan yang lebih baik sehingga bisa memperbaiki kondisi keluarganya.

"Bantuan modal usaha ini bagi kepala keluarga yang anaknya terdampak stunting," kata Ketua Baznas Kabupaten Garut Abdullah Effendi saat penyerahan bantuan usaha bagi masyarakat di lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, Senin (13/11/2023).

Baca Juga

Program bantuan modal usaha itu merupakan Program Garut Makmur untuk pedagang kecil yang memiliki balita stunting di sejumlah daerah di Kabupaten Garut.

Warga penerima bantuan itu, kata dia, berdasarkan hasil kajian dan analisasi tim dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut.

 

Tercatat, kata dia, ada 17 kepala keluarga yang saat ini mendapatkan bantuan modal usaha, dan enam keluarga menerima santunan tersebar di Kecamatan Selaawi, Garut Kota, dan Tarogong Kidul.

"17 orang yang mendapatkan modal usaha, nilainya Rp1 juta rupiah ke pedagang kecil ya, ada pedagang bubur, ada pedagang asongan, seblak, juga ada pengrajin," katanya.

Ia berharap bantuan modal itu bisa mendorong usaha mereka lebih maju dan berkembang, jika berhasil maka akan ditingkatkan lagi bantuannya agar kasus stunting bisa diatasi dan kasusnya turun.

"Bantuan Baznas juga banyak bulan ini disalurkan, tapi karena ini adalah menyangkut stunting, karena berdasarkan Rakornas kemarin di Baznas RI, bahwa kita harus berpartisipasi aktif Baznas terhadap gerakan penurunan angka stunting," katanya.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan terima kasih kepada Baznas Garut karena sudah mengelola uang dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Orang percaya, percaya gedungnya bagus, percaya pengelolaannya profesional dan amanah, sehingga apa yang diharapkan untuk berinfak, bersedekah, berzakat, ini bisa disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan," katanya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement