Selasa 07 Nov 2023 20:00 WIB

Wamenag: Dana Zakat akan Menjadi Pilar Utama Entaskan Kemiskinan di Indonesia

Kemenag akan menekan penyimpangan dalam penggunaan dana zakat.

Rep: Mabruroh/ Red: Gita Amanda
Konferensi Internasional Zakat Indonesia (ICONZ) Ke-7 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan tema Building Bridges to Economic Prosperity: Zakat’s Role in Driving Inclusive and Sustainable Transformation, di Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada Selasa (7/11/2023).
Foto: Republika/Mabruroh
Konferensi Internasional Zakat Indonesia (ICONZ) Ke-7 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan tema Building Bridges to Economic Prosperity: Zakat’s Role in Driving Inclusive and Sustainable Transformation, di Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada Selasa (7/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, Indonesia adalah bagian penting dari sebuah peradaban dunia Islam saat ini, sehingga wajar ketika kemudian Indonesia menjadi rujukan oleh dunia dalam berbagai hal, termasuk dalam tata kelola zakat, seperti pendirian desa zakat yang merupakan sinergi bersama antara Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Menurut Saiful, program desa zakat ini, digulirkan untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan di Indonesia. Sebagaimana dalam isu utama dari RPJPN 2025-2045 dan ketahanan itu diwujudkan salah satunya melalui pemberdayaan desa berbasis zakat.

Baca Juga

“Menurut data BPS, kita memiliki 83.763 desa/kelurahan yang ada di seluruh Indonesia, ini adalah sebuah data statistik yang membawa kita pada keyakinan untuk memberdayakan zakat di desa-desa, dalam kerangka pembangunan desa zakat 2024,  kita perlu melakukan pemetaan potensi pengembangan zakat di masing-masing desa, hingga 2023, kami mencatat hadirnya program zakat berbasis desa yang diselenggarakan oleh Baznas maupun LAZ, ada desa tangguh, desa mandiri, ada desa maslahat dan lain sebagainya, lebih dari 2.000 desa telah diberdayakan melalui zakat,” terang Saiful, yang datang ke acara ICONZ di universitas Muhammadiyah Jakarta, menggantikan Menteri Agama RI yang berhalangan hadir.

“Tugas kita hari ini, bagaimana mensinergikan antara lembaga pengelola zakat, baik Baznas maupun LAZ untuk  berkolaborasi dalam satu visi dan roadmap  penguatan desa berbasis zakat,” jelas Saiful.

 

Melalui momentum ICONZ ke-7 ini, kata Saiful, Indonesia akan memasuki era baru, yaitu rencana pembangunan jangka panjang 2025-2045 dalam rangka mencapai Visi Indonesia emas 2045 . “Jadi kita harus memiliki rencana matang, terencana dan terstruktur. Zakat sebagai sumber dana sosial keagamaan yang signifikan akan menjadi pilar utama dalam pembangunan desa zakat,” kata Saiful.

Menurut Saiful, Kementerian agama tengah menggodok roadmap pemberdayaan desa berbasis zakat ini. Karena ini adalah sebuah rencana besar, kolaborasi Ditjen Bimas Islam Kemenag bersama Baznas dan Laz, maka ada tiga hal yang menurutnya perlu untuk ditindak lanjuti bersama.

Pertama, Kemenag akan meningkatkan dan memfasilitasi dalam menunaikan zakat di setiap desa dan kelurahan. Ini akan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk berzakat lebih mudah dan merata.

“Tentunya Kemenag akan membuka semua stakeholder yang ada di kemenag, yang saat ini kami mempunyai  organisasi perangkat daerah yang sampai KUA  di kecamatan-kecamatan, dari kecamatan ada para penyuluh yang membina di tiap desa atau kelurahan, artinya perangkat ini yang akan digunakan untuk memfasilitasi bagaimana program desa zakat ini bisa dilakukan di semua tingkatan paling bawah,” ujar Saiful menjelaskan.

Kedua, Kemenag akan menyusun sebuah great design yang kuat untuk penggunaan zakat dalam mendukung pembangunan desa. “Kita akan menjadikan zakat ini bukan hanya sekedar bantuan sukarela, melainkan juga tentang memberdayakan masyarakat dan mengintegrasikan zakat dalam pembangunan ekonomi  dan sosial desa,” kata Saiful.

Ketiga, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas tata kelola zakat. Dalam hal ini, Kemenag akan menekan penyimpangan dalam penggunaan dana zakat dan memastikan,  bahwa dana zakat tersebut digunakan untuk semua pihak, baik Baznas, Laz maupun akademisi.

“Kita harus berjalan bersama, duduk bersama, berdiskusi bagaimana memajukan zakat dan mengoptimalkan semua yang diperoleh dari zakat desa tersebut. kami sangat terbuka untuk berdialog dan sharing, karena kita sama-sama sedang menjalankan visi besar namun dalam peran yang berbeda-beda,” ujar Saiful.

“Kemanag dan Baznas telah mempersiapkan langkah-langkah awal dalam rangka mencapai tujuan bersama ini.  Kami berharap kerjasama ini menjadi landasan kokoh dalam upaya rencana pembangunan desa zakat 2024 yang berkelanjutan. Semoga Allah memberkahi niat dan langkah pengabdian kita semua,” ujar Saiful menutup sambutannya di acara pembukaan ICONZ ke-7 yang digelar di Kampus UMJ, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (7/11/2023).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement