Selasa 31 Oct 2023 17:51 WIB

Kemendagri Membuka Peluang Kolaborasi dan Kerja Sama dengan DPP Wahdah Islamiyah

Wahdah Islamiyah jalin kerjama dengan Kemendagri.

Pengurus Wahdah Islamiyah. (ilustrasi)
Foto: wahdah islamiyah
Pengurus Wahdah Islamiyah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah melakukan kunjungan audiensi ke kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung F Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Senin (30/10/2023).

Tim yang berjumlah delapan orang yakni Ustaz Syaibani Mujiono, S.Sy., M.Si., Ph.D (Sekjen DPP WI), Ustaz Ambo Sakka, S.KM., MAR.S (Wasekjen 1 DPP WI), Ustaz Fakhrizal Idris, Lc., MA (Wasekjen 2 DPP WI), Ustaz Jayadi Hasan, Lc., M.Pd. (Ketua DPULN DPP WI), Ustaz Ismed Daulay, ST (Wakil Bendum DPP WI), Ustaz Jumli Alam Mapgun, S.Pd., M.Pd., M.Hum (Kepala Biro Humas DPP WI), Fadhlurrahman (Tim Media Ummat TV), dan Ustaz Yudi Wahyudi, ST (Manajer Kemitraan Laznas WIZ Area Jabodetabek).

Dalam audiensi pengurus DPP Wahdah Islamiyah tersebut diterima dengan baik oleh staf kantor Kemendagri yang dipimpin oleh Direktur Organisasi Masyarakat (Ormas) bapak Risnandar Mahiwa.

"Alhamdulillah hari ini panitia mukernas DPP Wahdah Islamiyah telah melakukan audiensi dengan kementerian dalam negeri dan diterima oleh tim dari kementerian dalam negeri yang dipimpin oleh bapak direktur ormas-ormas termasuk ormas Islam," ujarnya.

Ustadz Syaibani dalam audensi tersebut menyampaikan program mukernas dan perkembangan-perkembangan Wahdah Islamiyah yang telah menyebar di seluruh Indonesia, dan berterima kasih kepada atas pencerahan dan penawaran sinergi program-program bersama Wahdah Islamiyah dan langsung terkait dengan biro-biro yang ada. Ia juga berharap bahwa Bapak Menteri Dalam Negeri bisa memberikan materi pencerahan kuliah umum di acara Mukernas Wahdah Islamiyah.

"Alhamdulillah sambutannya cukup luar biasa bahkan kita diberikan beberapa pencerahan serta program-program yang bisa disinergikan antara Wahdah Islamiyah dengan Kementerian Dalam Negeri yang tentunya ini sangat positif untuk pengembangan dakwah Wahdah Islamiyah kedepan. Tentu kita ucapkan jazaakumullah khair kepada Kementerian Dalam Negeri yang telah menerima dengan baik tim panitia Wahdah Islamiyah," terangnya.

Staf kantor Kemendagri yang dipimpin oleh Direktur Organisasi Masyarakat bapak Risnandar Mahiwa mengatakan bahwa pemerintah penting melakukan kerjasama dengan ormas, untuk memberikan kontribusi bangsa dan negara.

"Insya Allah kunjungan dari Bapak-Bapak Wahdah hari ini saya akan sampaikan langsung kepada Pak Mendagri, intinya bahwa niat kita adalah baik. Pemertintah bersama setiap ormas, saya kira kita kembali kepada konstitusi kita bersama dan tidak melanggar aturan negara kita, tentu pemerintah dan ormas butuh untuk jalin kerjasama. Undang-undang ormas itu dibuat untuk memiliki peran yang besar bahkan sampai setara dengan pemerintah, kalau politik itu hanya berlaku dan berganti setiap tahun dan jangka pendek. Tapi menurutnya, ormas itu memiliki kerja yang jangka panjang dan terus dapat memberikan kotribusi bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Terkait kolaborasi yang ditawarkan Kemendagri, juga disambut baik oleh beliau setelah tim mendapatkan respon positif dari selayang pandang Wahdah Islamiyah yang ditampilkan saat pertemuan berlangsung, dan disambut dengan ajakan kerjasama oleh Kemendagri melalui bidang ormas dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam program pendidikan Wahdah Islamiyah. 

"Kemudian yang kedua, tentunya adalah bagaimana program kolaborasi dari Wahdah Islamiyah yang telah menjalankan program-program pendidikan bisa dikuatkan lagi kedepan, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dan juga program-program yang bisa memberikan kecerdasan ditengah-ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara," tutur Ustaz Syaibani.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement