Selasa 10 Oct 2023 14:51 WIB

Presiden Venezuela Bela Palestina dan Sebut Israel Penjahat Genosida

Israel disebut melakukan genosida ke bangsa Palestina.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil
Warga Palestina mengeluarkan jenazah dari reruntuhan bangunan pasca serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya, Jalur Gaza, Senin,(9/10/2023).
Foto: AP Photo/Ramez Mahmoud
Warga Palestina mengeluarkan jenazah dari reruntuhan bangunan pasca serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya, Jalur Gaza, Senin,(9/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,KARAKAS -- Presiden  Venezuela Nicolas Maduro menyebut Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.

Dilansir Maan News, Selasa (10/10/2023), Maduro mengatakan, dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan pernyataan.

Baca Juga

"Kami baca dengan cermat sebagai pernyataan peringatan terhadap genosida yang dimulai terhadap rakyat Palestina di Gaza," ujar dia.

Presiden Venezuela menambahkan, seluruh dunia sebelumnya telah menyaksikan pembantaian, pembantaian brutal, terhadap rakyat Palestina di masa lalu. Dia juga mengingatkan bahwa Palestina sedang menjadi sasaran rezim apartheid baru.

 

Maduro menuntut gencatan senjata dan penghormatan terhadap resolusi PBB, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat, dan segera dimulainya perundingan perdamaian sehingga rakyat Palestina mendapatkan kembali hak sah mereka atas kemerdekaan, tanah, dan perdamaian.

“Saya membela rakyat Palestina dan saya membela perdamaian," ujar dia.

Sebelumnya ,Pejabat Palestina melaporkan agresi militer Israel “membantai” 15 keluarga Palestina di Gaza, dengan menargetkan rumah mereka. Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di daerah kantong yang terkepung meningkat menjadi 436 orang.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut korban tewas di Gaza termasuk 91 anak-anak dan 61 wanita. Secara terpisah, PBB mengatakan, lebih dari 123 ribu orang Gaza telah mengungsi, sejak meningkatnya kekerasan antara Hamas dan Israel baru-baru ini.

Setidaknya 32 warga Palestina dilaporkan gugur pada hari ini, Senin (9/10/2023). Mereka menjadi korban dalam serangan udara baru Israel. Termasuk di dalamnya adalah 19 warga Palestina dari keluarga yang sama di kota Rafah, selatan Kota Gaza. Wilayah yang terkepung ini mengalami serentetan kekerasan paling mematikan dalam beberapa tahun.

Dilansir di TRT World, Senin (9/10/2023), lima warga Palestina tewas dalam serangan lain yang menargetkan sebuah rumah di Kota Khan Younis di Gaza Selatan. Empat orang juga kehilangan nyawa dalam serangan udara lainnya terhadap sebuah rumah di lingkungan al Zaatar, Gaza Utara.

Serangan yang dilakukan pasukan Israel juga menargetkan sebuah rumah di Deir al Balah, Gaza tengah, yang mengakibatkan tiga orang gugur. Seorang gadis disebut meninggal dunia dan beberapa orang terluka, dalam serangan terhadap sebuah masjid di kamp pengungsi Al Shati, sebelah barat Kota Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri yang dijalankan oleh kelompok Palestina Hamas, menyebut jet tempur milik Israel juga melancarkan beberapa serangan udara di Beit Lahia di Gaza Utara.

Tentara Israel mengatakan pesawatnya terus menggempur Gaza dengan tujuan untuk “menghancurkan kemampuan” Hamas. Sebuah pernyataan militer mengatakan, beberapa pos komando hancur dalam serangan itu, termasuk aset operasional yang digunakan oleh Hamas yang terletak di sebuah masjid di Jabaliya.

Sementara itu, kelompok Palestina di Gaza menembakkan roket ke Israel selatan. Hamas mengatakan pihaknya menembakkan sekitar 100 roket ke arah kota pesisir Ashkelon.

Layanan ambulans Magen David Adom melaporkan satu orang mengalami luka ketika sebuah roket langsung menghantam sebuah gedung apartemen di kota itu. Di sisi lain, Kelompok Jihad Islam Palestina juga mengatakan pihaknya menembakkan beberapa roket ke arah Tel Aviv.

Pada Sabtu (7/10/2023) lalu, Hamas melancarkan serangan terbesarnya terhadap Israel dalam beberapa dekade. Mereka menembakkan ribuan roket dan mengirimkan pejuang yang menyusup ke kota-kota Israel di dekat Gaza.

Kelompok tersebut mengatakan serangannya merupakan respons terhadap pelanggaran Israel di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, serta meningkatnya kekerasan terhadap pemukim. Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan setidaknya 700 warga Israel tewas dan lebih dari 2.300 lainnya terluka akibat serangan itu.

Israel kemudian membalas menyerang, dengan tentara Israel memulai Operasi Pedang Besi melawan Hamas melalui serangkaian serangan udara di Gaza. Aksi tersebut menewaskan lebih dari 430 warga Palestina dan melukai sedikitnya 2.300 lainnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement