Kamis 27 Jul 2023 20:49 WIB

Setelah Bandung, Festival Hijriah akan Hadir di Yogyakarta Hingga Solo

Republika menggelar Festival Hijriah sebagai momentum tahun baru Islam.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nora Azizah
Habib Husein Jafar saat mengisi acara di Festival Hijriah Bandung.
Foto: Dok Republika
Habib Husein Jafar saat mengisi acara di Festival Hijriah Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Republika bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) menggelar Festival Hijriah di sembilan kabupaten dan kota. Menurut Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nur Hasan Murtiaji, Festival Hijriah keempat berlangsung di Bale Asri Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat (Jabar), Kota Bandung, Kamis (27/72023),

"Bandung ini kota keempat kami menggelar Festival Hijriah. Sebelumnya kami menggelar di Jakarta, Depok. Setelah di Bandung, selanjutnya kami ke Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo. Kalau ada yang ingin terus mengikuti, kami persilakan," ujar Hasan.

Baca Juga

Hasan menjelaskan, Festival Hijriah digelar sebagai momentum untuk mengingat perjalanan waktu dan peradaban umat Islam. Republika berkewajiban mengajak masyarakat untuk bermuhasabah, terlebih di momentum tahun baru Islam.

Karena, kata Hasan, tahun baru Islam ini menandai hijrahnya Rasul SAW dari Makkah ke Madinah dan menandai penyebaran islam di seluruh dunia.

 

"Kami ingin menggelar festival ini ingin ingin mengingat hal bersejarah itu," katanya.

Selain menampilkan tausiyah dari Habib Jafar Husein, kata dia, Festival Hijriah akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Muslim Xinjiang. 

“Dalam peringatan tahun baru Islam kali ini, kami sajikan secara kekinian agar dapat membuka perspektif lain, yaitu pertunjukan seni budaya Muslim Xinjiang,” katanya.

Republika merasa perlu menghadirkan seni budaya Muslim Xinjiang karena, kata Hasan, selama ini orang banyak berbicara tentang Muslim Xinjiang dengan segala macam perspektifnya. Republika mencoba mengangkat perspektif yang lain, yaitu dari seni dan budaya, sehingga diharapkan menjadi pintu dialog dengan Muslim Xinjiang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement