Selasa 18 Jul 2023 04:35 WIB

Tazkia dan Sakinah Finance Adakan Pelatihan Alquran Isyarat

Pelatihan Alquran isyarat ini merupakan pertama di dunia.

Pelatihan Alquran Isyarat dihadiri 50 peserta mahasiswa Hafizpreneur dan mahasiswa Tazkia reguler yang sudah terlebih dulu menghafal Alquran.
Foto: dok. Republika
Pelatihan Alquran Isyarat dihadiri 50 peserta mahasiswa Hafizpreneur dan mahasiswa Tazkia reguler yang sudah terlebih dulu menghafal Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Mahasiswa dan mahasiswi Institut Tazkia mengadakan pelatihan Alquran Isyarat di Kampus Ba Institut Tazkia, Dramaga. Pelatihan ini dengan menggandeng Sakinah Finance sebagai sponsor. 

Pelatihan Alquran Isyarat ini dihadiri 50 peserta mahasiswa Hafizpreneur dan mahasiswa Tazkia reguler yang sudah terlebih dulu menghafal Alquran serta belajar keuangan dan bisnis syariah. Termasuk juga peserta-peserta yang hadir adalah dari Komunitas Tuli Bogor. 

Pelatihan Alquran berbasis bahasa isyarat ini diisi oleh Rama Syahti sebagai ketua Majelis Taklim Tuli Indonesia (MTTI) bersama dengan Juru Bahasa Isyarat Farid Aziz. Pelatihan dimulai dengan motivasi dan pengajaran ilmu bahasa isyarat pembacaan huruf hijaiyah hingga mushaf Alquran. 

Rama menjelaskan, komunitas tuli Muslim di Indonesia mengalami keterlambatan untuk mempelajari Alquran dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia, Amerika dan negara lainnya. Sehingga, menyebabkan banyaknya komunitas tuli Muslim di Indonesia yang murtad karena ketidakpahaman mereka terhadap agama Islam. 

Sedangkan agama lain sudah lebih dulu membuka pintu dan sarana terhadap masyarakat tuli untuk mempelajari agama mereka. Sehingga, sebagian mereka tertarik untuk bergabung. 

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan agar para peserta dapat mengajar komunitas tuli mengenai Alquran serta materi perencanaan keuangan syariah," ujar Murniati Mukhlisin, Pendiri Sakinah Finance, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (17/7/2023). 

Sakinah Finance juga memiliki Program Rumah Wakaf Pemberdayaan Disabilitas dengan pilot proyeknya di Kabupaten Siak, Riau. "Kelak komunitas disabilitas dapat menggunakannya untuk menambah ilmu serta pelatihan bisnis dan kerja di sana.” ujar Murniati.

Ketua Ikatan Mahasiswa Siak Tazkia (IMASTA) sekaligus Ketua Panitia Said Safri Ibrahim menjelaskan, bahwa metode Alquran Isyarat lengkap dengan tanda baca ini adalah inisiatif Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama RI yang perlu diberikan apresiasi. "Hal ini merupakan pertama di dunia. Kami semua merasakan mudah mempelajarinya dan lebih termotivasi untuk membantu saudara-saudara kami dari komunitas disabilitas," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement