Rabu 12 Jul 2023 22:02 WIB

Penyuluh Agama Islam Award Kemenag DIY, Ingatkan Filosofi Dakwah Wali Songo

Penyuluh agama harus menginspirasi moderasi dan kebangsaan.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi kegiatan warga yang melibatkan penyuluh agama.
Foto: Dok Pribadi
Ilustrasi kegiatan warga yang melibatkan penyuluh agama.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Penyuluh merupakan ujung tombak Kementerian Agama. Ini merupakan komitmen Menteri Agama agar penyuluh harus meningkat dari sisi kompetensi dan kesejahteraan.

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Muntolib saat memberikan pengarahan pada Penganugerahan Penyuluh Agama Islam Award 2023, Rabu (12/7/2023). Penyerahan penghargaan yang diinisiasi Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf ini dihelat di Aula Lantai lll Kemenag DIY.

Baca Juga

“Adanya gelaran Penyuluh Agama Islam Award merupakan salah satu penghargaan bagi kerja keras penyuluh selama ini sekaligus program afirmatif dari Kemenag DIY,” ujar Muntolib dalam rilis yang diterima Republika, Rabu (12/7/23).

Muntolib mengingatkan filosofi dakwah Wali Songo. “Paringono mangan marang wong kang kaluwen, paringono teken marang wong kang wuto, paringono payung marang wong kang kudanan... (berilah makan kepada orang yang kelaparan, berilah tongkat kepada orang buta, berilah payung kepada orang yang kehujanan),” tutur Muntolib.

Maka, menurutnya, penyuluh harus dapat memberikan kesejahteraan umat, mengayomi jamaah, dan menunjukkan jalan yang benar.

Terkait persiapan melaju tingkat nasional, Muntolib meminta untuk menyiapkan pendamping.

"Dari sisi naskah akademik maupun pembuatan video dapat dibenahi. Kita sudah dikenal prestasi tanpa henti, beri persiapan dan tunjukkan penampilan yang terbaik,” katanya. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement