Sabtu 10 Jun 2023 23:39 WIB

Baitul Maal Hidayatullah Kembangkan Lumbung Ternak Bagi Warga Baduy Muslim  

Baitul Maal Hidayatullah berkomitmen bantu warga Baduy Muslim

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyelenggarakan konferensi pers di Kampung Mualaf Baduy, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (10/6/2023).
Foto: Republika/Umar Mukhtar
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyelenggarakan konferensi pers di Kampung Mualaf Baduy, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (10/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyelenggarakan konferensi pers secara langsung di Kampung Mualaf Baduy, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (10/6/2023). Sejumlah narasumber hadir dalam acara tersebut.

Di antaranya ialah Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) BMH, Supendi, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan Laznas BMH Mahmudin, Dai Tangguh BMH Ustadz Supriyanto, dan Influencer Kebaikan yang juga Penulis, Kang Maman Suherman.

Baca Juga

Agenda itu untuk menyampaikan program 'Lumbung Ternak Kampung Mualaf Baduy' yang dijalankan BMH bagi masyarakat Baduy di Desa Cibungur, Leuwidamar, Lebak, Banten.

Dai Tangguh BMH Ustadz Supriyanto mengatakan, wilayah Desa Cibungur memiliki potensi dalam pengembangan Lumbung Ternak. Di desa tersebut ada lahan yang cukup luas untuk ditanami rumput odot yang menjadi kebutuhan hewan ternak.

 

"Saat saya menanam rumput odot, saya coba terus, kasih pupuk, lalu saya tinggal sekitar 1 bulan. Dan luar biasa, rumput yang saya tanam berkembang, berlipat ganda dari satu tangkai. Tadinya satu terus berkembang jadi 10 tangkai. Saya kira ini salah satu yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat mualaf di sini," tuturnya.

Awal mula ide lumbung ternak ini dimulai dari tekad Ustadz Supriyanto yang menginginkan agar warga Baduy mualaf itu bisa bekerja sambil beribadah secara aktif di masjid. Langkah pemberdayaan ekonomi seperti ini, merupakan salah satu cara untuk bisa membuat para mualaf semakin dekat dan cinta kepada masjid.

"Sambil bekerja sambil beribadah. Karena bekerja itu adalah kebutuhan, sedangkan ibadah adalah tujuan kita untuk kebutuhan di akhirat selama-lamanya," kata dia.

Dalam proses itu, Ustadz Supriyanto memulainya dengan menanam satu pohon yang kemudian terus berkembang. Panen pertama dia mendapatkan rumput odot seberat 700 kilogram. Dengan tambahan rumput liar agar terkumpul 1 ton rumput, ini cukup sebagai pakan untuk 10 kambing selama satu bulan. 

Baca juga: Masuk Islam, Zilla Fatu Putra Umaga Pegulat WWE Ini Beberkan Alasannya yang Mengejutkan

"Dimulai dari 1 ton untuk 10 kambing dalam satu bulan. Berikutnya 2 ton untuk 20 ekor dalam 1 bulan. Dan kemarin itu, sudah 3 ton untuk 30 kambing dalam 1 bulan," tuturnya.

Ustadz Supriyanto menjelaskan, sebelum ada lahan yang ditanami rumput odot ini, pakan untuk hewan ternak diperoleh dengan cara membelinya. Kini setelah ada lumbung ternak, pakan bisa diproduksi sendiri dengan mempekerjakan warga Baduy Muslim setempat. Kotoran hewan ternak pun bisa digunakan kembali untuk menyuburkan tanah.

Lumbung Ternak Kampung Mualaf Baduy ini memiliki luas lahan sekitar 1.000 meter persegi. Sebagian ditanami rumput odot, kandang hewan ternak berupa kambing, dan pondok.

Ustadz Supriyanto menuturkan, lumbung ternak ini tentu akan terus dikembangkan agar dapat bermanfaat bagi warga Baduy Muslim yang tinggal di Kampung Mualaf Baduy Desa Cibungur.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement