Ahad 28 May 2023 05:00 WIB

Pertanyaan Seorang LGBT tentang Dosa yang Mereka Lakukan dan Ini Jawaban Habib Umar

Habib Umar berpesan agar para LGBT tak putus dengan Allah SWT

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Habib Umar bin Hafidz. Habib Umar berpesan agar para LGBT tak putus dengan Allah SWT
Foto: Youtube
Habib Umar bin Hafidz. Habib Umar berpesan agar para LGBT tak putus dengan Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kelompok transgender dan kaum LGBT turut menghadiri pengajian Habib Umar bin Hafidz di Grand Barakah Hotel Ampang, Malaysia, pada Kamis (25/5/2023). Kaum LGBT di negeri jiran itu juga diberikan kesempatan untuk bertanya.  

Seorang perwakilan transgender lalu bertanya kepada Habib Umar dan menyatakan bahwa banyak masyarakat yang menghakimi kaumnya akan masuk neraka dan disebut banyak berbuat dosa. Sementara ini, kaumnya sedang mencari jalan untuk kembali kepada Allah SWT.  

Baca Juga

"Apa pendapat habib tentang golongan-golongan transformer atau golongan LGBT di dunia ini. Sebab kami semua golongan-golongan LGBT ini sebenarnya kami lagi masih mencari jalan ke Allah," tanya perwakilan LGBT itu kepada Habib Umar seperti dikutip dari kanal Youtube Nabawi TV, Sabtu (27/5/2023).  

Dalam menjawab pertanyaan itu, Habib Umar bin Hafidz menjelaskan bahwa jenis dosa ada dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. "Dosa-dosa kecil ini dapat dihapus oleh Allah dengan kita banyak melakukan kebaikan, dan dosa-dosa besar tidak diampunkan kecuali dengan kita bertobat kepada Allah SWT," ucap ulama modern asal Yaman ini.  

 

Habib Umar pun menceritakan ada sekelompok perampok yang merampas harta milik kafilah atau orang yang sedang berjalan. Kemudian, orang-orang yang dirampok menghidangkan kopi di hadapan para perampok itu.

Namun, ketua perampok itu tidak mau meminum kopi karena sedang berpuasa. Meskipun melakukan kejahatan, ketua perampok itu ternyata tidak ingin memutus hubungan dengan Allah SWT dengan cara terus beribadah.  

"Saya memang melakukan banyak dosa, tetapi saya tidak mau memutuskan hubungan saya dengan Allah meskipun dengan satu ibadah," kata ketua perampok itu, seperti diceritakan Habib Umar. 

Baca juga: Disebut Pengkhianat, Ini Daftar Santri Alumni Pesantren Sidogiri yang Jadi Tokoh Nasional

Setelah beberapa tahun kemudian, ketua perompak itu pun ternyata melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Di sana pula dia berjumpa dengan orang-orang yang dirampok hartanya dulu. Mereka heran kini ketua perompak itu telah banyak berubah.  “Hei kamu sudah berubah ya dari yang dulu," ucap orang yang dirampok. 

"Iya ini adalah hasil daripada ibadah aku dulu yang aku tidak aku putuskan dengan Allah SWT. Inilah buah dari pada menghubungkan dengan Allah SWT pada waktu itu," kata ketua parampok itu. 

Berdasarkan cerita itu, Habib Umar pun berpesan kepada kaum LGBT tersebut untuk tetap menjalin hubungan dengan Allah SWT. Misalnya, dengan menjalankan ibadah sholat lima waktu. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement