Rabu 10 May 2023 17:24 WIB

Pendeta Saifuddin Ibrahim yang Potong Babi dengan Bismillah, Pernah Mengabdi di Al Zaytun

Pendeta Saifuddin Ibrahim pernah bekerja dan mengabdi di Al Zaytun.

Saifuddin Ibrahim yang Potong Babi dengan Bismillah, Pernah Mengabdi di Al Zaytun. Foto: Pendeta Saifuddin Ibrahim.
Foto: Tangkapan layar
Saifuddin Ibrahim yang Potong Babi dengan Bismillah, Pernah Mengabdi di Al Zaytun. Foto: Pendeta Saifuddin Ibrahim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saifuddin Ibrahim kembali membuat kontroversi. Kali ini, mantan ustadz yang sekarang menjadi pendeta tersebut menyindir orang Arab, yang dianggap membohongi umat soal haramnya dagi babi. Saifuddin bahkan mengucapkan bismillah saat hendak memotong bagi yang telah dihidangkan. Menurutnya, makan babi membuat orang menjadi panjang umur.

''Kata orang Arab ini haram. Eh ternyata harum. 40 tahun saya dibohongi oleh orang Arab. Katanya, bangsa-bangsa yang makan babi itu umurnya panjang. Sedangkan orang Arab umurnya pendek,'' kata Saifuddin dikutip dari tayangan video yang ditayangkan di akun Instagram Republika.co.id, Rabu (10/5/2023).

Baca Juga

Kontroversi Saifuddin ini ternyata bukan yang pertama. Sebelumnya, Saifuddin dalam sebuah khutbahnya yang tayang di youtube, bilang bahwa Islam sebagai biang kerok penyebaran paham ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme di Indonesia.

Kata dia, pemahaman keras tersebut bersumber dari Kitab Suci Alquran. Karena itu, ia meminta Kementerian Agama (Kemenag) menghapus 300 ayat di dalam Alquran yang dikatakan dia sebagai sumber kekerasan. Saifudin Ibrahim pun dalam ceramahnya itu juga mengatakan pendidikan Islam seperti pondok pesantren dan madrasah adalah sarana pendidikan untuk penyebaran paham-paham terorisme di Tanah Air.

Saifudin Ibrahim meminta pemerintah membubarkan sejumlah pondok pesantren, dan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang ia tuding menyebarkan ekstremisme. Atas pernyataan tersebut, sejumlah kalangan meminta agar Polri melakukan penangkapan terhadap Saifudin Ibrahim.

Saifuddin sendiri saat masih beragama Islam, pernah menjadi guru di Pesantren Al Zaytun pada 1999. Al Zaytun sendiri saat ini tengah menjadi sorotan karena sejumlah kontroversinya.

"Saya dulu adalah kepala Humas di sana (Al Zaytun)," ujar Saifuddin dikutip dari akun youtube Saifuddin Ibrahim TV pada Rabu (10/5/2023).

Terkait dengan kontroversi Al Zaytun saat ini, Saifuddin mengimbau para dewan guru Al Zaytun untuk membela Panji Gumilang.

"Karena itu sudah waktunya semua dewan guru Al Zaytun harus membela Panji Gumilang apapun alasannya," ujar Saifuddin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement