Rabu 29 Mar 2023 17:04 WIB

Baznas Pontianak Kelola Zakat Rp 1,5 M Entaskan Kemiskinan

Baznas berharap Muslim seluruh Indonesia menunaikan zakat.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kedua kanan) menyerahkan secara simbolis zakat karyawan dan perusahaan BSI ke Ketua Badan Amil Zakat Nasional  (Baznas) Noor Achmad di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/3/2023). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membayarkan zakat perusahaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) senilai Rp 173,07 miliar. Jumlah zakat BSI tersebut meningkat 41,2 persen dibanding tahun lalu. Hal ini menegaskan komitmen BSI untuk terus memperkuat kontribusi bagi masyarakat dan negara.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kedua kanan) menyerahkan secara simbolis zakat karyawan dan perusahaan BSI ke Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/3/2023). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membayarkan zakat perusahaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) senilai Rp 173,07 miliar. Jumlah zakat BSI tersebut meningkat 41,2 persen dibanding tahun lalu. Hal ini menegaskan komitmen BSI untuk terus memperkuat kontribusi bagi masyarakat dan negara.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak, Kalbar, Sulaiman mengatakan pihaknya mengelola hasil pengumpulan zakat sebesar Rp1,5 miliar untuk berbagai kegiatan sejalan dengan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

"Zakat ini hasil pengumpulan pembayaran zakat pada 1443 Hijriah atau 2022 Masehi lalu. Setiap tahun pengumpulan dan pengelolaan zakat ini diharapkan semakin baik dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujarnya di Pontianak, Rabu (29/3/2023).

Baca Juga

Rencana penyaluran zakat, katanya terbagi dalam dua kategori yakni penyaluran sesuai dengan asnaf dan penyaluran sesuai program Baznas.

Penyaluran zakat sesuai asnaf ada delapan asnaf. Dengan rincian penyaluran untuk fakir senilai 20,4 persen, miskin 35,1 persen, amil 12,5 persen, mualaf 3,2 persen, riqabnol persen karena dari Kementerian Agama sudah tidak ada lagi, gharimin 5,9 persen, fisabilillah 20,4 persen, ibnu sabil 2,5 persen.

 

"Sedangkan rencana sesuai dengan penyaluran program ada lima yakni program kemanusiaan 31,7 persen, kesehatan 9,2 persen, pendidikan 22 persen, ekonomi 22,8 persen, dakwah dan advokasi 14,3 persen," paparnya.

Cara mudah untuk berzakat bisa diakses lewat media sosial seperti instagram dan facebook maupun website resmi Baznas Kota Pontianak di https://kotapontianak.baznas.go.id/.

"Di website itu tersedia data-data, mulai dari pendistribusian, pengumpulan dan laporan-laporan serta penghitungan zakat terangkum di website tersebut," kata dia.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak karena mendukung program Like Sedekah Jumat di tingkat SD dan SMP yang sudah berjalan.

"Insya Allah Like Sedekah Jumat ini akan diluncurkan setelah Ramadhan di Tugu Digulis Untan," kata Ketua Baznas.

Menurutnya, program Like Sedekah Jumat ini mengkoordinir seluruh SD dan SMP dalam menghimpun sedekah dari para siswa untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

"Untuk legalitasnya kami bentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masing-masing di setiap sekolah, yang dikelola UPZ yang ada di Kota Pontianak terutama masjid-masjid, saat ini terhimpun Rp4,495 miliar. Sehingga total sebesar Rp5,6 miliar. Target kami sesuai RKAT2023 yakni sekitar Rp7,225 miliar," ungkap Sulaiman.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement