Selasa 16 Dec 2025 08:56 WIB

Maksiat Menghapus Kenikmatan saat Ini dan yang akan Datang

Kenikmatan tak akan tercapai tanpa ketaatan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam kitab Terapi Penyakit Hati yang ditulis oleh Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah disebutkan, kemaksiatan dapat menghilangkan kenikmatan yang ada saat ini dan memutuskan kenikmatan yang akan datang. Kenikmatan tidak akan tercapai, tersimpan, atau terjaga kecuali dengan ketaatan.

Allah selalu menjadikan hal itu sebagai sebab dan kendala yang membatalkannya. Ia menjadikan sebab kenikmatan dengan mendatangkan ketaatan.

Baca Juga

Sedangkan kendala yang mendatangkan kenikmatan atas hambaNya, Dia mengilhani hamba tersebut untuk tetap taat pada Tuhannya demi menjaga dan memelihara nikmat yang telah tercurah. Sebaliknya, jika ingin menghilangkan nikmat, Allah membiarkan orang itu dan pada akhirnya hamba itu pun bermaksiat.

Yang mengherankan, sebenarnya setiap manusia mengetahui sesuatu yang mereka alami sendiri dan dialami orang lain. Setiap manusia telah mendengar berita, meski tidak sempat ia saksikan secara langsung, tentang orang-orang yang kehilangan nikmat Allah akibat melakukan pelanggaran dan kemaksiatan.

Akan tetapi, seakan-akan ia dikecualikan dari pelaku maksiat secara umum dan seakan-akan ia dikecualikan dari pelaku maksiat secara umum dan seakan-akan ini suatu perkara yang sudah biasa berlaku di masyarakat. Hal-hal yang baik seakan-akan hanya untuk orang lain, bukan untuk dirinya sendiri.

"Kebodohan mana yang lebih gelap selain dari ini? Kezaliman mana yang lebih kejam daripada jiwa yang demikian? Maka hukum adalah bagi Allah semata, Yang Mahatinggi dan Agung," tulis Imam Ibnu Qayyim.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement