Senin 17 Oct 2022 17:23 WIB

Muslim Leeds Merasa tak Diperlakukan Setara

Muslim yang tinggal di Leeds merasa mereka diperlakukan tidak setara.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
 Muslim Leeds Merasa tak Diperlakukan Setara. Foto: Islamofobia (ilustrasi)
Foto: Bosh Fawstin
Muslim Leeds Merasa tak Diperlakukan Setara. Foto: Islamofobia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,LEEDS -- Sebuah laporan baru menyatakan, hampir setengah dari Muslim yang tinggal di Leeds merasa mereka diperlakukan tidak setara karena keyakinannya. Sebuah survei terhadap 221 Muslim di kota tersebut menemukan, bahwa 49 persen tidak setuju dengan gagasan bahwa mereka diperlakukan sebagai warga negara yang setara di Leeds.

Laporan tersebut, yang meneliti Islamofobia dan prasangka anti-Muslim di kota dengan sangat rinci, menyimpulkan banyak korban lokal menderita dalam diam. Ditemukan dua pertiga dari mereka yang mengalami kebencian tidak melaporkan pelecehan dan serangan ke polisi atau otoritas lainnya.

Baca Juga

Anggota dewan Buruh Leeds Javaid Akhtar, yang juga seorang Muslim mengatakan, banyak kelompok minoritas telah kehilangan kepercayaan pada sistem tersebut. Hal ini karena mereka tidak merasa akan didengarkan.

“Kita perlu membangun hubungan itu dan kepercayaan itu sehingga orang merasa dapat melaporkannya dan setidaknya kita memiliki database dan catatannya," kata Akhtar.

“Saya selalu mengatakan bahwa kelompok minoritas, termasuk Muslim, tidak mendapatkan kesempatan yang sama baik dalam pekerjaan maupun pendidikan. Alasan mengapa banyak Muslim berwiraswasta adalah karena jenjang karir tidak terbuka bagi mereka. Di seluruh industri secara umum, Anda harus bekerja dua kali lebih keras dari rekan kerja Anda dan Anda harus lebih proaktif,” lanjutnya.

Laporan tersebut disiapkan untuk dewan kota oleh Pusat Perdamaian, Kepercayaan dan Hubungan Sosial, yang berbasis di Universitas Coventry.

Beberapa korban mengatakan mereka tidak melaporkan insiden karena takut akan akibatnya. Sementara yang lain mengatakan tidak dapat memberikan bukti yang cukup.

"Saya sedang berjalan melalui Roundhay Park dengan anak-anak saya yang masih kecil dan diteriakkan oleh seorang pria untuk melepaskan jilbab saya, karena saya tinggal di Inggris," kata seorang wanita.

"Saya berada di McDonald's dan seorang gadis Muslim yang mengenakan jilbab dilecehkan secara verbal oleh seseorang karena mengenakannya, jadi saya masuk dan membelanya dan wanita itu secara fisik menyerang saya," ucap yang lainnya.

Sumber:

https://www.leeds-live.co.uk/news/leeds-news/muslims-leeds-lost-confidence-face-25267172

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement