Rabu 27 Jul 2022 14:31 WIB

4 Kunci Kesuksesan Berdakwah Menurut Habib Taufiq

Berdakwah merupakan aktivitas yang mesti diperkuat dengan adab

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Berdakwah agama Islam. Berdakwah merupakan aktivitas yang mesti diperkuat dengan adab
Foto: Republika
Berdakwah agama Islam. Berdakwah merupakan aktivitas yang mesti diperkuat dengan adab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Banyak para pendakwah (dai), penceramah (mubaligh) atau pun khatib yang mengalami kegagalan dalam berdakwah. Pesan-pesan dakwah yang mereka sampaikan sama sekali tidak membekas di hati umat sehingga tidak membuahkan perubahan pada kehidupan. 

Ketua Umum Rabithah Alawiyah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Suniyah Salafiyah Pasuruan, Jawa Timur, Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf, mengatakan sebagaimana menukil keterangan Habib Abu Bakar Assegaf Gresik bahwa seorang pendakwah hendaknya memiliki empat hal bila menginginkan dakwahnya sukses dan nasihat-nasihat yang disampaikannya memiliki pengaruh dan diterima masyarakat. 

Baca Juga

Pertama, seorang dai harus mempunyai sifat zuhud. Maksudnya seorang pendakwah hendaknya membersihkan hatinya agar tidak tergila-gila atau diperdaya dunia.

"Zuhud itu bukan kamu ngga punya dunia melainkan zuhud itu kamu tidak dikuasai dunia. Seorang dai kalau sudah dikuasai dunia maka jangan-jangan dia tidak berdakwah kecuali karena dibayar. Jangan-jangan yang dicari adalah materi dan ini yang akan merusak dakwah itu sendiri," kata Habib Taufiq dalam acara Haul Habib Abu Bakar Assegaf Gresik beberapa waktu lalu.  

Habib Taufiq pun mengutip sebuah hadits tentang bagaimana bila seorang hamba ingin dicintai Allah SWT dan setiap makhlukNya. Yakni dengan zuhud dari dunia serta zuhud dari apa yang dimiliki manusia. 

Maksudnya tidak mengganggu, meminta yang menjadi milik orang lain karena itu menurut Habib Taufiq orang-orang saleh terdahulu justru selalu tidak menumpuk harta. 

Orang-orang saleh terdahulu justru senang memberi dan menjadikan pekerjaannya untuk membantu orang lain yang membutuhkan.  

Baca juga: Bukti-Bukti Meyakinkan Mualaf Gladys Islam adalah Agama yang Paling Benar

Lebih lanjut Habib Taufiq mengatakan Habib Abu Bakar Assegaf adalah sosok ulama yang zuhud sehingga memiliki maqam (kedudukan) yang tinggi di sisi Allah SWT. Kezuhudan Habib Abu Bakar Assegaf membuat dakwahnya berhasil sehingga manfaatnya dirasakan banyak masyarakat. 

Kedua, seorang dai juga harus dilengkapi ilmu. Habib Taufiq menekankan bahwa seorang dai tidak boleh menggunakan ilmunya untuk mencari popularitas atau pengaruh. 

Namun ilmu yang dimilikinya harus digunakan untuk menumbuhkan amal, menumbuhkan akhlak yang baik, serta menjadikan masyarakat mengenal pentingnya ibadah dan taat kepada Allah SWT. 

Habib Taufiq pun mengkritik para  dai yang berceramah namun tidak memiliki ilmu, serta para dai yang berilmu tapi amalnya tidak sesuai atau bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.     

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement